MARKET DATA
Internasional

Negara Arab Ini Diam-Diam Serang Iran, Hantam Situs Militer

tps,  CNBC Indonesia
12 May 2026 14:45
Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menghantam Kota Isfahan di Iran tengah pada Selasa (31/3/2026) dini hari. (AFP/-)
Foto: Serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dilaporkan menghantam Kota Isfahan di Iran tengah pada Selasa (31/3/2026) dini hari. (AFP/-)

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan telah melakukan serangan militer rahasia ke wilayah Iran. Melansir laporan Wall Street Journal pada Senin, (11/5/2026), keterlibatan UEA ini menandai pergeseran signifikan dalam peta kekuatan perang, yang menyeret negara Arab Teluk dengan persenjataan lengkap langsung ke medan tempur melawan Iran.

Mengutip Newsweek, keterlibatan militer ini terungkap di saat Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras bahwa gencatan senjata dengan Iran kini dalam kondisi kritis. Trump menyebut upaya perdamaian tersebut sedang berada dalam "fase kritis", yang memicu kekhawatiran bahwa konflik yang telah berlangsung selama 10 minggu ini akan kembali meledak setelah jeda singkat yang rapuh.

Berdasarkan laporan tersebut, UEA telah melakukan serangkaian serangan militer terhadap Iran yang tidak diakui secara publik, termasuk serangan pada awal April terhadap kilang di Pulau Lavan milik Iran di Teluk Persia. Serangan itu memicu kebakaran besar dan melumpuhkan sebagian besar kapasitas fasilitas tersebut selama berbulan-bulan.

"Iran menggambarkan ledakan itu pada saat itu sebagai serangan musuh dan menanggapi dengan rentetan serangan rudal dan pesawat tak berawak terhadap UEA dan Kuwait," tulis laporan tersebut.

Pasukan Iran dilaporkan telah menargetkan Emirat secara besar-besaran selama perang berlangsung dengan meluncurkan lebih dari 2.800 rudal dan drone ke wilayah UEA. Serangan-serangan ini telah mengganggu lalu lintas udara, sektor pariwisata, hingga pasar real estat di Emirat, yang kemudian memicu PHK massal dan mengubah pandangan strategis Abu Dhabi terhadap Teheran.

Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan tidak keberatan dan secara diam-diam menyambut baik partisipasi UEA dalam serangan tersebut. Namun, pejabat Pentagon dan Gedung Putih menolak untuk memberikan komentar langsung mengenai serangan-serangan rahasia yang dilakukan oleh sekutu dekatnya tersebut.

Di sisi lain, Presiden Trump menyatakan pada Senin bahwa gencatan senjata berada di ambang kehancuran setelah dirinya menolak jawaban Iran atas proposal perdamaian AS. Teheran dalam balasannya menuntut kompensasi atas kerusakan perang, pengakhiran sanksi, pengakuan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz, jaminan penghentian serangan, serta pencabutan blokade angkatan laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Minggu, Trump menyatakan ketidaksukaannya terhadap respons dari perwakilan Iran tersebut.

"Saya baru saja membaca jawaban dari orang-orang yang disebut 'Perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya - BENAR-BENAR TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump.

Saat berbicara di Gedung Putih pada Senin, Trump bahkan menggunakan kata-kata yang lebih keras untuk menggambarkan surat balasan dari pihak Iran tersebut. Ia menganggap Iran telah menarik kembali janji-janji sebelumnya terkait pengayaan uranium.

"Itu adalah sampah yang bahkan tidak selesai saya baca," ujar Trump.

Trump menambahkan bahwa sebelumnya Iran sempat menyatakan akan mengizinkan AS membantu mengekstraksi uranium yang diperkaya tinggi, namun poin tersebut hilang dalam proposal terbaru mereka. Dalam unggahan lainnya, Trump juga mengungkit sejarah panjang ketegangan dengan Iran selama puluhan tahun yang menurutnya selalu merugikan pihak Amerika Serikat.

"Selama 47 tahun Iran telah 'memanfaatkan' kita, membuat kita menunggu, membunuh rakyat kita dengan bom pinggir jalan, menghancurkan protes, dan baru-baru ini menyapu bersih 42.000 demonstran yang tidak bersalah dan tidak bersenjata, serta menertawakan negara kita yang sekarang HEBAT LAGI. Mereka tidak akan tertawa lagi!" tegas Trump.

(tps/luc) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump: AS Segera Cabut dari Perang Iran, tapi...


Most Popular
Features