Seskab Teddy Ungkap Prabowo Sudah Terima Laporan Soal Gempa di Sulut

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 14:15 WIB
Foto: Efek gempabumi tektonik magnitudo 7,6 di perairan Bitung, Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis (2/4/2026) pagi. (Dokumentasi BNPB)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan respons Presiden Prabowo Subianto terhadap gempabumi tektonik yang terjadi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara pagi ini. Hal itu diungkapkan Teddy kepada wartawan, Kamis (2/4/2026).

"Bapak Presiden tadi pagi-pagi sekali sudah menerima laporan dari Kepala BNPB terkait kejadian di Provinsi Sulawesi Utara dan Maluku Utara, terutama di Kota Bitung dan Kota Ternate," katanya seperti dilansir detik.com.

Menurut dia, Tim Reaksi Cepat BNPB daerah, aparat TNI-Polri, dan pemerintah daerah sudah langsung mengecek dan mengevakuasi lokasi terdampak.

"Kepala BNPB sudah mengimbau agar warga tidak beraktivitas kembali di gedung yang terdampak. Hari ini Kepala BNPB tiba di Sulawesi Utara dan tim lainnya akan tiba di Maluku Utara," imbuhnya.



Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus Komaling telah mengungkapkan dampak gempabumi tektonik M 7,6 di perairan provinsi tersebut pada pagi tadi. Hal itu diungkapkan Yulius dalam konferensi pers virtual, Kamis (2/4/2026).

"Setelah kejadian tadi pagi itu, kami sudah mencoba menghimpun dari masing-masing kabupaten/kota, termasuk juga kodam melakukan juga pengecekan," ujarnya.

Menurut dia, efek paling fatal dari gempabumi itu adalah kerusakan gedung olahraga KONI. Sarana olahraga untuk tinju dan basket yang paling parah.

"Yang lainnya 25 rumah rusak ringan. Kalau hitungannya rumah ini, dihitung rupiah kurang lebih lima ratus jutaan," kata Yulius.

"Tapi untuk bangunan olahraga ini yang mungkin fatal ini dua kali gempa bumi, dua kali roboh. Dua tahun yang lalu juga terjadi seperti ini, M 5,2, saja roboh, apalagi ini M 7,6," lanjutnya.

Kemudian untuk korban jiwa ada dua orang. "Kebetulan ibu ini ada di bawahnya. Dan yang satu dia loncat dari lantai dua. Sampai hari ini kita masih lakukan pendataan-pendataan lagi," ujar Yulius.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Minta DK PBB Rapat Darurat