MARKET DATA

Banjir Bandang Terjang Sitaro Sulawesi Utara, 14 Orang Tewas

Tim Redaksi,  CNBC Indonesia
06 January 2026 09:30
Sederet Banjir Terparah Melanda Indonesia: Sumatera Paling Sering
Foto: Ilustrasi banjir bandang. (Aristya Rahadian/CNBC Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebanyak 14 orang dilaporkan meninggal setelah banjir bandang menerjang permukiman warga di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), Senin (5/1/2026) dini hari WIB.



"Sebanyak 25 orang lainnya mengalami luka-luka, serta satu orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian," kata Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Inf Daniel E .S. Lalawi di Manado, dikutip dari Antara sebagaimana diberitakan CNN Indonesia.

Selain itu, kata Daniel, sebanyak 35 kepala keluarga dengan total 108 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang telah disiapkan pemerintah setempat.

Tercatat sebanyak 64 unit rumah mengalami kerusakan berat dan ringan, serta 21 unit rumah dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir. Di beberapa wilayah, akses jalan utama tertutup material tanah, batu, dan kayu sehingga belum dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.

Daniel menyebut pihaknya telah mengerahkan dua peleton untuk membantu penanganan bencana ini. Pergeseran personel direncanakan menggunakan Kapal Feri Lokon Banua milik Pemda Sitaro melalui Dermaga PSDP Bitung.

"Kodam XIII/Merdeka melalui Dandim 1301/Sangihe telah memerintahkan Danramil 1301-02/Siau beserta personel untuk terjun langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses pencarian, evakuasi korban, serta penanganan darurat bersama unsur Polri dan pemerintah daerah," ujarnya.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus telah memerintahkan jajarannya segera mengirimkan alat berat, kebutuhan bayi, kebutuhan lansia, pakaian, kasur, makanan bagi masyarakat yang terdampak bencana di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro.

"Pemprov Sulut akan hadir dan memberikan dukungan penuh bagi masyarakat terdampak, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana," ujar Yulius.

Saat ini, kata dia, upaya penanganan darurat terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sitaro bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat.

Bencana banjir bandang menerjang beberapa permukiman di Pulau Siau dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Sitaro selama kurang lebih lima jam tanpa henti.

Akibatnya, aliran air bercampur material batu, tanah, dan kayu meluap dan menerjang permukiman warga.

Artikel selengkapnya >>> Klik di sini

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Banjir Bandang Mendadak Gulung Area Perkemahan, Korban Jiwa Berjatuhan


Most Popular
Features