7 Poin Pidato Baru Trump di Gedung Putih, Perang Iran Kelar?
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pidato kenegaraan di Gedung Putih pada Rabu (1/4/2026) malam waktu setempat. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan kondisi terkini perang Iran.
Trump memberikan sejumlah pernyataan keras terkait perang tersebut, termasuk kemungkinan serangan lanjutan ke Teheran. Namun, Trump juga tetap membuka peluang perang bisa berakhir lebih cepat.
Berikut sejumlah poin penting yang disampaikan Trump dalam pidatonya.
Tujuan Utama Perang
Trump kembali menegaskan tujuan utama operasi "Epic Fury" yang menurutnya telah secara sistematis melemahkan kemampuan militer Iran dan kini mendekati tahap akhir.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa tujuan operasi tersebut sejak awal adalah membongkar kemampuan Iran untuk mengancam AS maupun memproyeksikan kekuatan di luar perbatasannya. Ia mengatakan langkah tersebut mencakup penghancuran angkatan laut, angkatan udara, serta program rudal Iran, sekaligus menargetkan basis industri pertahanan negara itu.
"Itu berarti melenyapkan angkatan laut mereka, yang sekarang benar-benar hancur, angkatan udara mereka, dan program rudal mereka pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya, serta menghancurkan basis industri pertahanan mereka," kata Trump.
Trump mengeklaim operasi tersebut telah berhasil mencapai sebagian besar targetnya. "Kami telah melakukannya. Seluruh angkatan laut mereka hilang. Angkatan udara mereka hilang. Rudal mereka hampir habis atau dihancurkan," ujarnya.
Jangka Waktu Perang
bahwa operasi "Epic Fury" di Iran akan terus berlanjut hingga seluruh tujuan strategis tercapai. Serangan pemungkas segera dilancarkan.
Trump menyebutkan bahwa dalam dua hingga tiga minggu mendatang, AS akan melancarkan serangan yang "sangat keras" ke Iran sehingga menimbulkan dampak signifikan.
"Kita akan membawa mereka kembali ke zaman batu," ujarnya.
Dia juga kembali menegaskan bahwa perubahan rezim bukanlah tujuan utama operasi tersebut, walaupun menurutnya banyak pemimpin Iran telah tewas selama konflik berlangsung.
Target Serangan Berikutnya
Menurut Trump, jika tidak tercapai kesepakatan dalam waktu dekat, AS siap menyerang infrastruktur penting Iran, termasuk pembangkit listrik, secara bersamaan.
Namun, Trump menambahkan bahwa fasilitas minyak Iran belum menjadi target, meskipun menurutnya itu merupakan sasaran yang paling mudah untuk dihancurkan.
Dalam pernyataannya, Trump juga mengeklaim kemampuan pertahanan udara Iran telah lumpuh. "Mereka tidak punya pertahanan udara. Radar mereka hancur. Kita tak terhentikan," ujarnya.
Kemampuan Nuklir Iran
Trump juga menyoroti dampak serangan terhadap fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya dihantam bomber B-2. Ia mengatakan kerusakan yang ditimbulkan sangat besar hingga dibutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum area tersebut dapat didekati kembali.
Ia pun menegaskan bahwa AS akan kembali menyerang jika Iran mencoba memulihkan programnya.
"Kami memegang semua 'kartu'," kata Trump.
Trump juga memuji kinerja militer Amerika Serikat dalam operasi tersebut. "Pasukan bersenjata kita luar biasa. Tidak pernah ada yang seperti ini. Semua orang membicarakannya," ujarnya.
Sekutu Timur Tengah
Trump menyampaikan apresiasi kepada sejumlah sekutu Washington di Timur Tengah di. Ia menegaskan Amerika Serikat akan tetap melindungi mitra-mitranya tersebut dari dampak konflik yang sedang berlangsung.
Trump menyebut beberapa negara yang menurutnya telah menunjukkan dukungan kuat, yakni Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain. Ia menekankan bahwa Washington tidak akan membiarkan negara-negara tersebut terdampak secara negatif.
"Saya ingin berterima kasih kepada sekutu kita di Timur Tengah: Israel, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain. Mereka luar biasa, dan kita tidak akan membiarkan mereka terluka atau gagal dalam bentuk apapun," kata Trump.
Harga Energi
Trump juga menyoroti kekhawatiran publik Amerika terkait kenaikan harga bensin di dalam negeri. Menurutnya, lonjakan harga tersebut bersifat sementara dan dipicu oleh tindakan Iran terhadap jalur pasokan energi global.
"Banyak warga Amerika khawatir melihat kenaikan harga bensin baru-baru ini di dalam negeri. Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya akibat rezim Iran yang melancarkan serangan teror terhadap kapal tanker minyak komersial dan negara tetangga yang tidak ada hubungannya dengan konflik," ujarnya.
Trump menilai insiden tersebut menjadi alasan tambahan bagi Washington untuk tetap menentang kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Ia memperingatkan bahwa jika Iran memiliki senjata nuklir, negara tersebut berpotensi menggunakannya dengan cepat.
"Ini bukti lain bahwa Iran tidak pernah bisa dipercaya dengan senjata nuklir. Mereka akan menggunakannya dengan cepat," kata Trump.
Demonstrasi Berdarah
Trump menuding pemerintah Iran telah melakukan pembunuhan massal terhadap rakyatnya sendiri yang melakukan aksi protes.
Trump secara spesifik menyoroti angka kematian yang sangat tinggi tersebut sebagai dasar urgensi tindakan militer Amerika Serikat demi keamanan global. Ia menyatakan bahwa rezim yang berkuasa di Teheran telah melampaui batas kemanusiaan sehingga tidak boleh dibiarkan memiliki akses terhadap teknologi persenjataan yang lebih berbahaya.
"Rezim ini juga baru-baru ini membunuh 45.000 rakyat mereka sendiri yang melakukan protes di Iran, 45.000 tewas. Teroris ini jika memiliki senjata nuklir akan menjadi ancaman yang tidak bisa ditoleransi," ujar Trump.
(luc/luc) Add
source on Google