Internasional

Palestina Buka Suara TNI Gugur di Lebanon, Sebut "Pahlawan Kebanggaan"

Lucky Leonard Leatemia & tps, CNBC Indonesia
Kamis, 02/04/2026 11:42 WIB
Foto: Seseorang memegang bendera Palestina saat mahasiswa berdemonstrasi untuk menyatakan dukungan kepada rakyat Palestina selama protes di Universitas La Sapienza, di Roma, (REUTERS/Yara Nardi)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kedutaan Besar Palestina di Jakarta menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang tengah bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon. Melalui pernyataan resminya, Kedubes Palestina menyampaikan duka cita kepada Presiden, pemerintah, serta seluruh rakyat Indonesia atas gugurnya tiga prajurit pahlawan yang gugur di wilayah Lebanon tersebut.

"Kedutaan Besar Negara Palestina untuk Indonesia mengecam keras serangan udara terhadap markas pasukan perdamaian Indonesia yang dilakukan oleh penjajah Israel, yang mengakibatkan gugurnya tiga pahlawan mulia yang menjadi kebanggaan kami dan seluruh masyarakat merdeka di dunia," tulis pernyataan resmi Kedutaan Besar Palestina, Kamis (2/4/2026)

"Pengorbanannya akan selalu dikenang sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan, kami menegaskan bahwa kami adalah satu bangsa, dan kekuatan kami terletak pada kebersamaan dalam membela tujuan bersama serta menegakkan keadilan. Serta menjadi bukti atas peran kemanusiaan Indonesia yang sangat terhormat bagi para pahlawan yang terluka," lanjut pernyataan tersebut dalam paragraf yang sama.


Pihak Kedutaan juga menambahkan kutipan doa bagi para korban agar diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan. Ramallah juga mengirimkan pesan ketabahan bagi para keluarga yang ditinggalkan.

"Kami memohon kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat dan ampunan-Nya yang luas kepada mereka, menempatkan mereka di surga-Nya yang lapang, serta merahmati arwah para pahlawan dan syuhada yang telah berkorban demi perdamaian dan kemanusiaan. Dan kami juga memohon kepada Allah SWT agar memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan," tulis rilis tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah eskalasi serangan udara masif yang dilancarkan Israel ke wilayah Lebanon dengan dalih operasi militer untuk memusnahkan kekuatan kelompok Hizbullah.

Serangan yang menyasar berbagai titik di Lebanon Selatan tersebut diklaim Israel sebagai langkah defensif untuk menetralisir ancaman roket di perbatasan, namun faktanya serangan tersebut justru menghantam objek sipil dan fasilitas internasional, termasuk markas pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) yang menjadi lokasi gugurnya prajurit Indonesia.

Menanggapi insiden tersebut di forum PBB, pihak Israel mengeluarkan klaim bahwa tewasnya prajurit TNI disebabkan oleh kegagalan peluncuran atau penggunaan persenjataan dari pihak Hizbullah yang berada di sekitar lokasi.

Namun, pemerintah Republik Indonesia secara tegas menolak klaim sepihak tersebut dan terus mendesak dilakukan penyelidikan secara independen dan transparan guna mengungkap fakta sebenarnya di lapangan, serta memastikan tanggung jawab hukum atas serangan yang menimpa personel penjaga perdamaian.


(tps) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Minta DK PBB Rapat Darurat