Dampak Kebakaran SPBE LPG Bekasi: 12 Warga Luka Bakar & Rumah Rusak
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian Resor (Polres) Bekasi membeberkan dampak kerugian dari insiden kebakaran dan ledakan hebat yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bekasi Kombes Pol. Kusumo Wahyu Bintoro mencatat bahwa sebanyak 12 orang menjadi korban luka dan sejumlah bangunan tempat tinggal mengalami kerusakan parah akibat rambatan api.
Dia menyebutkan, SPBE tersebut berada menempel dengan lingkungan masyarakat. Kondisi tersebut membuat rambatan api beserta efek ledakannya langsung mengenai rumah-rumah penduduk yang berada di sekitar area SPBE.
"Ya memang kalau kita melihat bahwasanya ini memang dekat dengan area pemukiman sehingga memang ada beberapa rumah warga yang terdampak langsung yang itu yang di depan pabrik, samping dan sekitarnya itu memang seperti kita ketahui bersama itu terdampak," ujar Kusumo, dikutip Kamis (2/4/2026).
Menyikapi kerusakan rumah akibat insiden tersebut, pihaknya bersama pemerintah daerah setempat langsung menyiapkan langkah tanggap darurat. Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah mendirikan posko pengungsian di lokasi yang aman bagi warga yang tempat tinggalnya hangus terbakar.
"Jadi kami bersama dengan Forkopimda dengan ini kita sudah inikan nanti sudah ada posko yang akan kita buat, kemudian juga ada aula di seputaran sini yang nanti akan dipakai oleh warga yang kira-kira rumahnya terdampak yang warga-warga yang mengungsi tersebut," imbuhnya.
Sedangkan, para korban dari insiden tersebut telah dievakuasi ke beberapa rumah sakit terdekat untuk memastikan mereka mendapatkan penanganan medis secara maksimal.
"Data sementara yang ada 12 orang, tapi kemungkinan juga masih bisa bertambah rata-rata mengalami luka bakar. Dan alhamdulillah untuk sampai dengan saat ini, mudah-mudahan jangan sampai ada yang meninggal," tambahnya.
Saat ini, kepolisian masih melakukan pendataan warga yang terdampak, sehingga belum melakukan pemanggilan saksi secara resmi. Masyarakat diimbau untuk berperan aktif melaporkan perkembangan situasi atau jika ada anggota keluarga yang belum ditemukan.
"Tentunya di sini kita utamakan adalah bagaimana menjaga keselamatan daripada warga sekitar. Bagaimana para korban-korban ini diutamakan untuk keselamatannya. Ini kita juga mengharapkan peran serta aktif daripada masyarakat yang bisa menginformasikan, silahkan kalau misalnya ini bisa menghubungi 110 yang ada di kepolisian, posko kita tentu nanti apabila ada informasi kita tunggu update datanya," tutupnya.
Asal tahu saja, SPBE ini ternyata dimiliki dan dikelola oleh badan usaha swasta, PT Indogas Andalan Kita. Badan usaha Indogas ini merupakan salah satu mitra dari PT Pertamina Patra Niaga.
Terkait insiden ini, PT Pertamina Patra Niaga pun buka suara. Susanto August Satria, Area Manager Communications, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, membenarkan insiden yang terjadi tersebut. "Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) memohon maaf atas insiden yang terjadi di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Indogas Andalan Kita pada Rabu, 1 April 2026," ungkapnya, Rabu (1/4/2026).
Dia mengatakan, Pertamina Patra Niaga Regional RJBB dan pihak SPBE langsung bergerak cepat dan berkoordinasi dengan Tim Damkar setempat. "Penyebab insiden akan segera diinvestigasi bersama dengan aparat berwenang," ujarnya.
"Saat ini kami fokus pada penanganan kebakaran, keselamatan masyarakat sekitar, serta pekerja SPBE," lanjutnya.
"Pertamina Patra Niaga RJBB memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tidak terganggu," tegasnya.
Dia pun mengimbau agar masyarakat memperhatikan keselamatan diri dan tidak mendekati lokasi insiden.
(pgr/pgr) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]