Daftar Harga Barang Naik Saat Lebaran 2026: Emas Sampai Makanan!
Jakarta, CNBC Indonesia - Inflasi tahunan Indonesia pada Maret 2026 justru merosot dibanding Februari 2026. Padahal pada bulan itu bertepatan dengan hari besar keagamaan nasional yang kerap mendorong konsumsi masyarakat, yakni Idulfitri atau Lebaran.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi tahunan per Maret 2026 sebesar 3,48%, lebih rendah dari catatan bulan sebelumnya yang sebesar 4,86%. Namun, dibanding bulan yang sama tahun lalu, angka inflasi ini memang masih jauh lebih tinggi karena per Maret 2025 inflasi hanya 1,03% yoy.
"Ini artinya masih terjadi kenaikan indeks harga konsumen atau IHK dari 107,22 pada Maret 2025 menjadi 110,95 pada Maret 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono saat konferensi pers di kantor pusat BPS, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Bila merujuk data BPS, hanya ada tiga kelompok pengeluaran masyarakat yang mengalami tekanan inflasi tinggi pada Maret 2026, pertama ialah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan angka inflasi 7,24% dan andilnya ke IHK 1,08%.
Kedua, ialah kelompok pengeluaran perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan angka inflasi mencapai 15,32% dengan andil hanya sebesar 1,02% terhadap IHK. Terakhir, ialah makanan, minuman, dan tembakau yang inflasinya 3,34% dengan andil 0,99%.
"Untuk kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mengalami inflasi cukup tinggi terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan, ini year on year nya ya," kata Ateng.
Di luar komoditas itu, inflasi kelompok pengeluaran lainnya hanya berada di bawah 2%. Misalnya, kesehatan inflasinya 1,49% dengan andil 0,05%. Lalu, penyediaan makanan dan minuman atau restoran 1,42% dengan andil 0,14%, serta pendidikan 1,14% dengan andil 0,06%.
Sedangkan yang tercatat deflasi atau justru penurunan harga pada bulan itu ialah kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan besaran minus 0,03%.
(arj/mij) Add
source on Google