Daftar Kapal yang Diserang di Selat Hormuz sejak Perang Iran Pecah
Jakarta, CNBC Indonesia - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah memicu kekacauan besar di jalur perdagangan global, khususnya di Selat Hormuz. Perang yang pecah sejak akhir Februari tersebut kini mengancam pelabuhan-pelabuhan utama di Teluk dan melumpuhkan arus pengiriman minyak serta gas alam cair (LNG) dunia.
Ketegangan meningkat drastis setelah Korps Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan keras bahwa setiap kapal yang melintasi jalur sempit tersebut akan menjadi target serangan.
Langkah ini merupakan respons langsung setelah Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran pada Selasa, (28/02/2026).
01 Maret 2026
Gelombang serangan terhadap kapal komersial dimulai saat seorang kru kapal tanker minyak mentah MKD Vyom berbendera Kepulauan Marshall tewas akibat hantaman proyektil di lepas pantai Oman. Manajer kapal V.Ships menyatakan bahwa insiden maut tersebut terjadi saat kapal berlayar 50 mil laut di utara Muscat.
"Seorang anggota kru tewas di atas kapal tanker minyak mentah MKD Vyom setelah terkena proyektil saat kapal berlayar di lepas pantai Oman," demikian pernyataan resmi V.Ships.
Pada hari yang sama, kapal tanker bunker Hercules Star berbendera Gibraltar juga dihantam proyektil di wilayah Uni Emirat Arab (UEA). UKMTO melaporkan bahwa kebakaran yang terjadi akibat serangan tersebut berhasil dipadamkan. Selain itu, Pusat Keamanan Maritim Oman mengevakuasi kru kapal tanker Skylight berbendera Palau yang terkena sanksi AS setelah diserang di dekat Kumzar.
02 Maret 2026
Kapal tanker produk berbendera AS, Stena Imperative, menjadi sasaran dua proyektil saat berada di pelabuhan Bahrain pada Senin. UKMTO mengonfirmasi bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat yang memaksa seluruh kru untuk segera meninggalkan kapal.
03 Maret 2026
Serangan berlanjut pada Selasa di mana kapal tanker Libra Trader dan kapal curah Gold Oak mengalami kerusakan ringan di lepas pantai pelabuhan Fujairah, UEA. UKMTO melaporkan kerusakan tersebut terjadi sekitar 7 hingga 10 mil laut dari pelabuhan.
04 Maret 2026
Kapal kontainer Safeen Prestige berbendera Malta mengalami kerusakan parah akibat hantaman proyektil di utara Oman pada Rabu. Sumber pelayaran menyebutkan serangan tersebut menyebabkan kebakaran di ruang mesin yang memaksa para kru untuk meninggalkan kapal.
05 Maret 2026
Kapal tanker minyak mentah Sonangol Namibe dihantam ledakan saat berlabuh di dekat pelabuhan Khor al Zubair, Irak pada Kamis. Perwakilan perusahaan Sonangol Marine Services memberikan konfirmasi terkait insiden tersebut.
"Kapal tanker minyak mentah Sonangol Namibe terkena ledakan saat berlabuh di dekat pelabuhan Khor al Zubair Irak," lapor pihak Sonangol Marine Services.
Sumber keamanan pelabuhan Irak menyebutkan penilaian awal menunjukkan penggunaan perahu kendali jarak jauh milik Iran yang sarat bahan peledak untuk merusak kapal berbendera Bahama tersebut.
06 Maret 2026
Sebuah kapal tunda yang sedang melakukan operasi bersama Safeen Prestige ikut dihantam proyektil di Selat Hormuz pada Jumat. UKMTO menyatakan serangan ini terjadi hanya berjarak enam mil laut di utara Oman.
07 Maret 2026
UKMTO melaporkan adanya kemungkinan serangan drone terhadap sebuah kapal di utara Jubail, Arab Saudi pada Sabtu. Berdasarkan informasi dari pihak ketiga, mayoritas kru kapal tersebut telah dievakuasi untuk keselamatan.
11 Maret 2026
Ketegangan memuncak kembali pada Rabu ketika serangkaian serangan menghantam lima kapal sekaligus. Kapal curah Mayuree Naree milik Precious Shipping berbendera Thailand terbakar hebat setelah dihantam proyektil di Selat Hormuz.
"Kebakaran terjadi di atas kapal dan memicu kru untuk segera melakukan evakuasi," tulis manajemen Precious Shipping dalam pernyataan resminya.
Di saat yang hampir bersamaan, kapal kontainer Jepang One Majesty dan kapal curah Star Gwyneth milik Vanguard juga melaporkan kerusakan. Di perairan Irak, kapal tanker Safesea Vishnu dan Zefyros diserang, yang memaksa pemerintah Irak menghentikan total operasional pelabuhan minyak mereka. Seorang pejabat keamanan pelabuhan mengonfirmasi penemuan jenazah kru asing di perairan tersebut.
12 Maret 2026
Perusahaan pelayaran Jerman Hapag-Lloyd melaporkan fragmen proyektil menghantam kapal Source Blessing yang disewa oleh grup pelayaran Denmark, Maersk, pada Kamis. Pihak Hapag-Lloyd menyatakan bahwa kebakaran berhasil dipadamkan dan seluruh kru dalam kondisi selamat.
17 Maret 2026
Sebuah proyektil menghantam kapal tanker Kuwait di timur Fujairah, UEA pada Selasa. Sumber keamanan maritim mengidentifikasi kapal yang terkena dampak adalah tanker gas petroleum cair Gas Al Ahmadiah yang sedang berlabuh.
19 Maret 2026
Sebuah kapal dihantam proyektil tak dikenal di timur Ras Laffan, Qatar pada Kamis. Serangan udara Iran dilaporkan menyebabkan kerusakan ekstensif pada kompleks tersebut, yang merupakan lokasi pabrik gas terbesar di dunia.
22 Maret 2026
UKMTO melaporkan kapal lain dihantam proyektil di utara Sharjah, UEA pada Minggu. Meskipun terjadi hantaman, seluruh kru dilaporkan dalam kondisi aman.
30 Maret 2026
Kapal tanker minyak mentah Kuwait, Al Salmi, terbakar hebat setelah dihantam serangan Iran saat sedang berlabuh di lepas pantai Dubai pada Senin. Pemilik kapal, Kuwait Petroleum Corp, menjelaskan detail kerusakan yang terjadi.
"Serangan tersebut menyebabkan kerusakan lambung kapal, namun api berhasil dipadamkan tanpa ada kebocoran minyak dan tidak ada cedera pada kru," jelas pihak Kuwait Petroleum Corp.
Sementara itu, pihak Korps Garda Revolusi Iran melalui kantor berita Tasnim mengeklaim telah menargetkan sebuah kapal kontainer di Teluk karena memiliki hubungan dengan Israel.
"Garda Revolusi Iran menargetkan sebuah kapal kontainer di Teluk karena hubungannya dengan Israel," lapor kantor berita Tasnim.
Meskipun otoritas Iran menyebutkan nama kapal tersebut sebagai Express Halfong, data peta pelayaran menunjukkan bahwa kapal yang sebenarnya berada di lokasi kejadian adalah Haiphong Express yang berbendera Singapura.
(tps/luc) Add
source on Google