Video

Video: Perang Iran Vs AS Jadi "Alarm" RI Percepat Elektrifikasi & EBT

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Rabu, 01/04/2026 11:07 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno menyampaikan dampak perang Timur Tengah yang telah berimbas pada gangguan rantai pasok sektor energi termasuk kenaikan harga minyak mentah dunia.

Eddy menyebutkan meski tak memberi dampak langsung namun penutupan selat Hormuz dapat menimbulkan perebutan minyak mentah di pasar dunia. Oleh karena itu diperlukan upaya menekan impor energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), meningkatkan produksi migas dalam negeri hingga penguatan cadangan penyanggah energi menjadi 90 hari.

Selain itu, Eddy menilai kondisi Timur Tengah menjadi "alarm' bagi upaya percepatan elektrifikasi dan memanfaatkan potensi EBT. Meski demikian masih terhadap tantangan pengembangan EBT, salah satunya industri manufaktur penunjang yang belum siap sehingga masih mengandalkan produk impor serta besarnya kebutuhan pendanaan investasi hingga Rp 3.700 Triliun.

Seperti apa pandangan legislatif terhadap dampak perang dan antisipasi yang harus dilakukan pemerintah RI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Rabu, 01/04/2026)

Add as a preferred
source on Google