BNPB Minta Warga di Wilayah RI Ini Siap-Siap Evakuasi Mandiri, Kenapa?

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 18:05 WIB
Foto: Hujan disertai angin kencang yang melanda Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah pada Senin (30/3). Sebanyak 2 rumah dilaporkan rusak berat. (Dok. BPBD Kabupaten Kudus)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat dan Pemerintah Daerah (Pemda) aktif meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman bencana. Terutama bahaya hidrometeorologi basah pada masa pancaroba.

Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyikapi rangkaian bencana yang melanda sejumlah wilayah di Indonsia.

Serta, merespons prakiraan cuaca oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).


"Menurut prakiraan cuaca yang dirilis BMKG Selasa (31/3/2026), hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026. Kondisi cuaca tersebut dapat memicu kejadian bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, termasuk dampak dari fenomena cuaca ekstrem," kata Abdul Muhari dalam keteranganya, Selasa (31/3/2026).

Wilayah yang diprakirakan berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, sambungnya, meliputi Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sualwesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.

"Di Jawa Tengah sendiri, Kabupaten/Kota yang diprakiraan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat pada tanggal 1 April 2026 adalah Kabupaten Tegal, Pemalang, Kudus, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, serta Kota Magelang," ujar Abdul Muhari.

Di sisi lain, lanjutnya, beberapa wilayah di Indonesia saat ini mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan musim dari hujan ke musim kemarau.

"BMKG memprediksi, awal musim kemarau tahun ini akan terjadi mulai April hingga Juni di berbagai wilayah," katanya.

"Pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang signifikan dan cepat seperti hujan yang tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa lebih panas," terangnya.

Karena itu, imbuh dia, BNPB mengingatkan semua pihak meningkatkan kewaspadaan.

"Apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi lama, masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman," kata Abdul Muhari.

"Masyarakat diimbau menjauhi pohon atau struktur yang berpotensi roboh atau tumbang, seperti papan reklame dan bangunan rapuh," tegasnya.

Sebagai catatan, BNPB melaporkan sejumlah kejadian bencana yang melanda wilayha-wilayah di Indonesia, yang berdampak signifikan dan didominasi bencana hidrometeorologi basah. Yakni cuaca hujan ekstrem disertai petir dan angin kencang yang melanda wiayah Kota Tasikmalaya-Jawa Barat, Kabupaten Wonosobo-Jawa Tengah, Kabupaten Klaten-Jawa Tengah, juga Kabupaten Kudus-Jawa Tengah.

"Hingga saat ini, penanganan darurat terus dilakukan tim gabungan. Sebelumnya, Bupati Kudus telah menetapkan Surat Keputusan No.300.2/296/2025 Tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Berupa Banjir, Longsor dan Angin Kencang TMT 28 Oktober 2025 sampai dengan 31 Mei 2026," kata Abdul Muhari.

Peringatan Dini BMKG

Sementara itu, BMKG dalam Rilis Potensi Hujan Sepeka ke Depan periode 31 Maret-6 April 2026 mengingatkan agar waspada potensi cuaca ekstrem di tengah peralihan dominasi Monsun Australia.

Khusus untuk periode tanggal 31 Maret hingga 2 April 2026, BMKG menyebut, cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan sedang.

Namun, perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang-lebat yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi di:

  • Siaga (hujan lebat-sangat lebat):

Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Sulawesi Barat.

  • Angin kencang:

Nusa Tenggara Timur.

"Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi," tulis BMKG, dikutip Selasa (31/3/2026).

"Pengendara kendaraan bermotor juga perlu waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, yang berpotensi mengganggu kelancaran perjalanan," tambah BMKG.

BMKG juga mengimbau masyarakat mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir.


(dce/dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Israel Mau Caplok Wilayah Lebanon- Akivitas Siklon Tropis Meningkat