MARKET DATA
Internasional

Breaking News: AS Jatuhkan Bom Penghancur Bunker Berat 900 Kg ke Iran

sef,  CNBC Indonesia
31 March 2026 15:40
Presiden AS Donald Trump membagikan video serangan besar AS–Israel di Isfahan, Iran, melalui Truth Social, yang menampilkan rangkaian ledakan. (Tangkapan Layar Truth Social/@realDonaldTrump)
Foto: Bom penghancur bunker seberat 900 kg AS menyerang Isfahan Iran, Selasa dini hari (Tangkapan Layar Truth Social/@realDonaldTrump)

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) menjatuhkan bom penghancur bunker ke Iran, Selasa. Presiden AS Donald Trump bahkan membagikan video ledakan besar di Iran, yang menurut laporan media, terjadi di kota Isfahan pada dini hari waktu setempat.

Rekaman tersebut menunjukkan serangkaian ledakan, diikuti oleh kebakaran besar yang menerangi langit malam dengan warna oranye. Trump tidak memberikan konteks apa pun untuk video tersebut, tetapi laporan media mengklaim itu adalah serangan gabungan AS dan Israel terhadap depot amunisi utama di Isfahan, sebuah kota di Iran dengan populasi 2,3 juta jiwa dan rumah bagi pangkalan udara militer Badr.

Menurut seorang pejabat AS yang dikutip oleh The Wall Street Journal (WSJ), pasukan AS menyerang depot amunisi di Isfahan dengan bom penghancur bunker seberat sekitar 907 kilogram. "Sejumlah besar bom penghancur bunker, atau amunisi penetrator, digunakan untuk serangan itu," kata pejabat tersebut.

Laporan mengklaim bahwa serangan tersebut memicu serangkaian ledakan sekunder yang dahsyat yang mengirimkan bola api dan gelombang kejut yang menjulang tinggi di seluruh area. Serangan tersebut telah meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi saat perang memasuki bulan kedua, bahkan ketika Pakistan, Mesir, Arab Saudi, dan Turki bertemu untuk mencari jalan keluar diplomatik.

Mengutip NDTV, sebelumnya Iran diyakini telah memindahkan persediaan uranium sekitar 540 kg, ke fasilitas bawah tanah di Isfahan. Perlu diketahui, kota itu juga pernah menjadi target serangan Operasi Midnight Hammer AS tahun lalu.

Pemberitaan serangan ini muncul setelah Trump mengancam Senin. Ia mengatakan akan menghancurkan sumber daya energi Iran dan infrastruktur vital lainnya secara luas, termasuk fasilitas nuklir dan instalasi pengolahan air, jika kesepakatan untuk mengakhiri perang tidak tercapai "dalam waktu singkat".

Trump juga mengatakan AS akan menghancurkan situs energi Iran jika diskusi dengan "rezim baru" yang "lebih masuk akal" tidak menghasilkan kesepakatan dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun dalam update Selasa, Trump kembali memberi sinyal akan menghentikan perang meski tak membuka Selat Hormuz.

Selama ini, Trump dan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah berulang kali menuduh bahwa Iran hampir membangun senjata nuklir. Klaim itu tidak didukung oleh badan pengawas nuklir PBB.

Sementara itu, bom penghancur bunker dirancang dengan selongsong baja keras yang memungkinkan menembus lapisan tanah dan beton. Bom ini akan meledak hanya setelah mencapai kedalaman tertentu.

"Sebenarnya, mereka sering kali memiliki muatan bahan peledak yang lebih kecil... tetapi selubungnyalah yang memungkinkan mereka untuk menembus tanah, seperti bor, dan kemudian menghancurkan target-target ini," kata seorang ahli amunisi di lembaga think tank yang berbasis di AS, Foundation for Defence of Democracies, Ryan Brobst, kepada penyiar NPR.

Beberapa bahkan menggunakan HTSF atau "sumbu pintar target keras". Ini memungkinkan bom untuk "menghitung" lantai yang dilewatinya.

Mengutip AFP, media Iran melaporkan bahwa investigasi awal menunjukkan serangan di wilayah Iran tengah itu telah mengenai beberapa "situs militer". Namun, pejabat itu juga mengatakan bahwa besarnya kerusakan dan jumlah korban belum jelas.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article 2 Negara Arab Siap Bantu AS Serang Iran, Timur Tengah Ketar-Ketir


Most Popular
Features