Internasional

RI Resmi Respons 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Teriak Ini ke DK PBB

sef, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 13:02 WIB
Foto: Pasukan keamanan PBB di Lebanon (UNIFIL) (REUTERS/Aziz Taher)

Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah Indonesia mendesak pihak-pihak yang bertikai di Timur Tengah "untuk menghormati hukum humaniter internasional". Hal ini terjadi setelah tiga pasukan penjaga perdamaian asal RI tewas di Lebanon di tengah serangan Israel ke negeri itu melawan kelompok Hizbullah.

Pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto bahkan menyerukan pertemuan mendesak Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sebelumnya prajurit RI bertugas sebagai Pasukan Sementara PBB di Lebanon, UNIFIL.


"Keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Rico Ricardo Sirait dalam sebuah pernyataan, dimuat AFP, Selasa (31/3/2026).

"Semua pihak yang terlibat dalam konflik didesak untuk menghormati hukum humaniter internasional dan memastikan keamanan personel penjaga perdamaian," tegasnya.

Sebelumnya dua prajurit RI tewas Senin dalam sebuah ledakan dan satu lagi tewas pada Minggu malam ketika sebuah proyektil menghantam lokasi mereka. Pasukan PBB mengatakan telah meluncurkan penyelidikan atas insiden-insiden terpisah tersebut.

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono mengutuk serangan "keji" tersebut, mengatakan bahwa ia telah membahas kematian tersebut dengan kepala PBB Antonio Guterres. Ia juga membenarkan permintaan RI untuk pertemuan darurat DK PBB serta "investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan".

"Keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar dan harus dijunjung tinggi setiap saat," kata Sugiono.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, mengutuk kejadian itu sebagai "insiden yang tidak dapat diterima ini". Ia mengatakan "semua tindakan yang membahayakan pasukan penjaga perdamaian harus dihentikan".

Anggota tetap DK PBB, Prancis, mengatakan pihaknya sedang mengupayakan pertemuan badan tersebut terkait masalah ini. Selain Prancis, DK PBB punya empat anggota tetap lain-AS, Rusia, China, Inggris- serta memiliki 10 anggota tak tetap, yakni Aljazair, Denmark, Yunani, Guyana, Pakistan, Panama, Korea Selatan (Korsel), Sierra Leone, Slovenia, dan Somalia.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: PBB Kutuk Keras Serangan Yang Tewaskan TNI UNIFIL di Lebanon