Kapal Tanker Kuwait Diserang Drone Iran, Waspada Minyak Berhamburan
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah serangan Iran memicu kebakaran pada kapal tanker minyak Kuwait di Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa (31/03/2026). Media pemerintah melaporkan serangan ini terjadi saat Teheran melanjutkan kampanyenya di Teluk sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Kantor berita KUNA melaporkan bahwa kapal tanker minyak mentah raksasa milik Kuwait tersebut menjadi sasaran serangan langsung saat berada di area penjangkaran.
"Kapal tanker minyak mentah raksasa Kuwait menjadi sasaran serangan Iran yang langsung dan berbahaya saat berada di area jangkar Pelabuhan Dubai di UEA," lapor KUNA mengutip perusahaan minyak negara Kuwait.
Laporan tersebut menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden ini. Otoritas Dubai kemudian mengonfirmasi bahwa petugas pemadam kebakaran telah berhasil memadamkan kobaran api yang muncul setelah serangan.
KUNA melaporkan kapal tanker tersebut sedang dalam kondisi muatan penuh saat diserang, yang mengakibatkan kerusakan pada struktur kapal dan risiko pencemaran lingkungan.
"Serangan itu menyebabkan kerusakan material pada lambung kapal dan adanya kemungkinan tumpahan minyak di perairan sekitarnya," tulis laporan KUNA.
Militer Kuwait pada hari Selasa juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang aktif menangkis serangan dari udara. Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di media sosial X terkait situasi keamanan terkini.
"Pertahanan udara kami sedang merespons serangan rudal dan drone yang bermusuhan," tegas militer Kuwait.
Kawasan Teluk yang kaya minyak menjadi sasaran utama serangan Iran setelah serangan AS-Israel memicu perang di Timur Tengah akhir bulan lalu. Teheran telah mengancam akan menargetkan infrastruktur vital di seluruh Teluk, termasuk situs energi.
(tps/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]