MARKET DATA
Internasional

Breaking: 5 Rudal Balistik Misterius Coba Serang Arab Saudi

tfa,  CNBC Indonesia
30 March 2026 15:05
Sebuah bendera Arab Saudi berkibar di atas gedung konsulat di Istanbul pada 17 Oktober 2018. - Konsul Arab Saudi untuk Istanbul Mohammed al-Otaibion pada 16 Oktober 2018 meninggalkan kota Turki menuju Riyadh dengan penerbangan terjadwal, kata laporan, saat Turki bersiap untuk menggeledah kediamannya dalam penyelidikan hilangnya jurnalis Jamal Khashoggi. (OZAN KOSE/AFP via Getty Images)
Foto: Bendera Arab Saudi (AFP via Getty Images/OZAN KOSE)

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat lima rudal balistik yang mengarah ke wilayah provinsi Timur kerajaan, Minggu malam waktu setempat. Informasi ini disampaikan langsung oleh Kementerian Pertahanan kerajaan melalui pernyataan resmi, dikutip AFP, Senin (30/3/2026).

Dalam unggahan singkat di platform X, kementerian menyebut sistem pertahanan udara mereka mendeteksi dan menghancurkan rudal-rudal tersebut sebelum mencapai target. Namun, otoritas tidak mengungkap asal peluncuran rudal itu.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Sejak konflik regional pecah pada akhir Februari, sejumlah negara di Teluk, termasuk Arab Saudi, dilaporkan kerap menjadi sasaran serangan rudal dan drone.

Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari eskalasi konflik yang melibatkan Iran, sebagai respons terhadap operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Konflik ini kini telah memasuki bulan kedua dan menunjukkan potensi perluasan ke wilayah yang lebih luas.

Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat insiden pencegatan tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga belum memberikan rincian tambahan terkait dampak maupun langkah lanjutan yang akan diambil.

Salah satu provinsi di timur Arab Saudi adalah Provinsi Syarqiyah. Syarqiyah adalah provinsi terbesar berdasarkan wilayah dan terpadat ketiga setelah Provinsi Riyadh dan Provinsi Makkah.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Fenomena Baru Arab Saudi: Muda-Mudi Nongkrong di Kafe Bebas Ngebir


Most Popular
Features