Hacker Iran Bobol Email Direktur FBI, Rahasia Pribadi Bocor
Jakarta, CNBC Indonesia - Grup hacker yang terkait dengan Iran berhasil membobol email pribadi Direktur Departemen Intelijen AS (FBI) Kash Patel. Mereka mempublikasikan foto-foto sang direktur dan dokumen lainnya ke internet pada Jumat.
Di situs web mereka, kelompok hacker Handala Hack Team mengatakan Patel "sekarang akan menemukan namanya di antara daftar korban yang berhasil diretas." Para peretas mempublikasikan sejumlah foto pribadi Patel yang sedang mengendus dan merokok cerutu, mengendarai mobil convertible antik, dan membuat ekspresi wajah saat mengambil foto dirinya di cermin dengan sebotol besar rum.
Melansir Reuters, FBI telah mengkonfirmasi bahwa email Patel telah menjadi sasaran. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara biro Ben Williamson mengatakan, "kami telah mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengurangi potensi risiko yang terkait dengan aktivitas ini" dan bahwa data yang terlibat bersifat "historis dan tidak melibatkan informasi pemerintah."
Handala, yang menampilkan dirinya sebagai kelompok peretas vigilante pro-Palestina, dianggap oleh para peneliti Barat sebagai salah satu dari beberapa persona yang digunakan oleh unit intelijen siber pemerintah Iran. Handala baru-baru ini mengklaim peretasan terhadap penyedia perangkat dan layanan medis yang berbasis di Michigan, Stryker pada 11 Maret, dengan mengatakan bahwa mereka telah menghapus sejumlah besar data perusahaan.
Handala tidak membalas pesan Reuters, dan situs webnya tidak dapat diakses pada Jumat malam.
Bersamaan dengan foto-foto Patel, para peretas menerbitkan sampel lebih dari 300 email, yang tampaknya menunjukkan campuran korespondensi pribadi dan pekerjaan yang berasal dari tahun 2010 hingga 2019.
Reuters tidak dapat secara independen mengautentikasi pesan-pesan Patel, tetapi alamat Gmail pribadi yang diklaim Handala telah dibobol cocok dengan alamat yang terkait dengan Patel dalam pelanggaran data sebelumnya yang disimpan oleh perusahaan intelijen dark web District 4 Labs.
Alphabet selaku induk Google yang mengelola Gmail, tidak menanggapi permintaan komentar.
Kelompok peretas yang terkait dengan Iran - yang awalnya menjaga profil rendah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Republik Islam bulan lalu - semakin membual tentang operasi siber mereka seiring berlanjutnya konflik.
Selain peretasan terhadap Stryker, Handala pada hari Kamis mengklaim telah menerbitkan data pribadi puluhan karyawan perusahaan pertahanan Lockheed Martin yang ditempatkan di Timur Tengah. Dalam sebuah pernyataan, Lockheed Martin, mengatakan bahwa mereka mengetahui laporan tersebut dan memiliki kebijakan dan prosedur yang berlaku "untuk mengurangi ancaman siber terhadap bisnis kami."
Bukan hal yang aneh bagi peretas asing untuk menargetkan email pribadi pejabat senior, dan pelanggaran serta kebocoran data terjadi secara berkala. Peretas terkenal membobol akun Gmail pribadi ketua kampanye Hillary Clinton, John Podesta, menjelang pemilihan 2016 dan menerbitkan sebagian besar data ke situs WikiLeaks.
Pada tahun 2015, peretas remaja membobol akun AOL pribadi direktur CIA saat itu, John Brennan, dan membocorkan data tentang pejabat intelijen AS.
Pembobolan data ini sejalan dengan penilaian intelijen AS yang ditinjau oleh Reuters pada 2 Maret. Penilaian tersebut mengatakan Iran dan proksinya dapat menanggapi pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan peretasan tingkat rendah terhadap jaringan digital AS.
Peretas yang terkait dengan Iran mungkin memiliki email lain yang disimpan.
Tahun lalu, kelompok lain yang beroperasi dengan nama samaran "Robert" mengatakan kepada Reuters bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk mengungkapkan 100 gigabyte data yang dicuri dari kepala staf Gedung Putih Susie Wiles dan tokoh-tokoh lain yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump.
Reuters belum dapat memverifikasi klaim tersebut dan kelompok tersebut belum menanggapi pesan selama beberapa bulan.
(hsy/hsy) Add
source on Google