MARKET DATA

Prabowo Bersih-bersih Pajak & Bea Cukai, Singgung Under Invoicing

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
25 March 2026 12:25
Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara (huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu, (21/3/2026) bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah. (Dok. BPMI)
Foto: Presiden Prabowo Subianto melaksanakan salat Idulfitri bersama masyarakat di Masjid Darussalam, kawasan hunian sementara (huntara), Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Sabtu, (21/3/2026) bertepatan dengan 1 Syawal 1447 Hijriah. (Dok. BPMI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengaku sedang 'bersih-bersih' praktik korupsi di lingkungan pejabat di lingkungan pemerintahan.

Prabowo menegaskan bahwa pembersihan praktik pembersihan juga menyasar institusi atau lembaga, terutama Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

"Mungkin, dengan kita bersihkan Direktorat Pajak, ini ada peningkatan. Ini sekarang Bea Cukai harus kita bersihkan juga. Semua institusi-institusi kita harus kita bersihkan," tutur Prabowo.

‎Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap aksi menipu, penyelundupan, dan underinvoicing.

‎"Kita harus beresin governance kita, ya kan. Hal-hal.... apa ya, kecenderungan selalu menipu bener nggak, nyelundup, under-invoicing, semua praktik-praktik itulah," ucapnya dalam tayangan Prabowo Menjawab yang dikutip pada Rabu (25/3/2026).

Praktik under invoicing adalah modus pelanggaran dengan memberitahukan harga di bawah nilai transaksi.

Praktik ini menimbulkan potensi kerugian bagi penerimaan negara, karena murahnya harga barang disebabkan importir tidak membayar bea masuk dan pajak dalam rangka impor dengan semestinya.

Selain itu, praktik under invoicing bisa mengancam iklim usaha industri dalam negeri, karena barang impor bisa beredar dengan harga lebih murah.

‎Prabowo mengatakan bahwa hasil 'bersih-bersih' sudah mulai terlihat hasilnya, terutama dari penerimaan pajak. ‎"Ini pelan-pelan kita benahi. Saya ya, kita berharap, kalau kita lihat penerimaan pajak kita, sudah kelihatan trajectory naik," ucapnya.

‎"Januari, Februari, Maret ini naiknya cukup signifikan. Naiknya tuh sekitar 30 persen loh. Mudah-mudahan bertahan," sambungnya.

‎

(ras/mij) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Purbaya Siap Pecat PNS Pajak Nakal: Kalau Jahat, Dirotasi Gak Ada Guna


Most Popular
Features