Semua Cari Selamat, Raksasa India Mendadak Borong Minyak Iran
Jakarta, CNBC Indonesia - Langkah mengejutkan datang dari sektor energi Asia ketika perusahaan India mulai kembali melirik minyak Iran setelah pelonggaran sanksi oleh Amerika Serikat. Perusahaan energi raksasa Reliance Industries dilaporkan telah membeli 5 juta barel minyak mentah Teheran, menandai transaksi besar pertama sejak penghentian impor pada 2019.
Dilansir Reuters, Selasa(24/3/2026), tiga sumber yang mengetahui hal tersebut mengatakan bahwa Reliance, operator kompleks kilang terbesar di dunia, melakukan pembelian hanya beberapa hari setelah Washington sementara mencabut sanksi terhadap minyak Iran. Dua sumber menyebutkan bahwa kilang India tersebut membeli minyak dari National Iranian Oil Co..
Salah satu sumber mengatakan harga minyak tersebut berada pada premi sekitar US$7 per barel dibandingkan kontrak berjangka ICE Brent. Namun, belum jelas kapan pengiriman minyak itu akan dilakukan.
Dalam beberapa tahun terakhir, minyak Iran sebagian besar dibeli oleh kilang independen di China. Minyak tersebut juga sering diganti labelnya seolah berasal dari negara lain untuk menghindari pembatasan perdagangan.
Adapun pemerintahan Presiden Donald Trump pada Jumat lalu mengeluarkan pengecualian sanksi selama 30 hari untuk pembelian minyak Iran yang sudah berada di laut. Pengecualian tersebut berlaku bagi minyak yang dimuat di kapal manapun, termasuk tanker yang berada di bawah sanksi, pada atau sebelum 20 Maret dan dibongkar paling lambat 19 April.
Kesepakatan ini menjadi pembelian pertama India terhadap minyak Iran sejak negara tersebut, yang merupakan importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, menghentikan impor dari Teheran pada Mei 2019. Penghentian tersebut terjadi beberapa bulan setelah Washington kembali memberlakukan sanksi terhadap Iran.
Pembelian tersebut juga terjadi setelah kilang-kilang India mengakumulasi lebih dari 40 juta barel minyak mentah dari Rusia, setelah Amerika Serikat mengumumkan pengecualian sanksi sementara bulan ini untuk meredakan kekurangan pasokan.
Sejumlah sumber mengatakan kilang-kilang lain di Asia, termasuk perusahaan milik negara India, tengah memeriksa kemungkinan melakukan pembelian serupa. Namun, kilang terbesar Asia, Sinopec, tidak berencana membeli minyak Iran, menurut seorang eksekutif senior perusahaan milik negara China tersebut pada Senin.
Â
(luc/luc) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]