Perkenalkan Terafab, Mega Proyek Terbaru Elon Musk Bernilai Rp423,5 T!
Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Tesla, Elon Musk meluncurkan proyek manufaktur chip terbaru bernama Terafab. Proyek tersebut merupakan joint venture antara Tesla, SpaceX, dan perusahaan kecerdasan buatan xAI.
Melansir Yahoo Finance, Terafab dirancang untuk menggabungkan seluruh rantai produksi semikonduktor dalam satu lokasi, mulai dari desain chip, fabrikasi, produksi memori, hingga proses pengemasan.
Fasilitas tersebut, akan dibangun di North Campus Giga Texas, Austin, dengan ukuran yang disebut akan melampaui kompleks Giga Texas yang saat ini sudah termasuk dalam satu bangunan terbesar di dunia.
Dari sisi investasi Musk memperkirakan kebutuhan awal proyek ini mencapai US$ 20 miliar hingga US$ 25 miliar atau sekitar Rp 423,5 triliun (Asumsi kurs Rp 16.942/US$). Dirinya pun menegaskan bahwa belanja modal Tesla pada 2026 belum memasukkan biaya Terafab.
Pembentukan Terafab ini menurut Elon Musk perlu dilakukan pasalnya ia menilai belum ada produsen chip global yang memenuhi kebutuhan chip untuk pengembangan AI dan robotika perusahaannya.
"Kita harus membangun Terafab atau kita tidak memiliki chipnya, dan kita membutuhkan chipnya, jadi kita membangun Terafab," ujar Elon Musk dikutip dari Yahoo Finance, Selasa (24/3/2026).
"Ada tingkat maksimum di mana mereka merasa nyaman untuk berkembang. Tingkat itu jauh lebih rendah daripada yang kita inginkan," ujarnya.
Elon Musk pun mengklaim bahwa output komputasi AI saat ini kira-kira 20 gigawatt per tahun dan bahwa output dunia lainnya sekitar 2% dari apa yang dibutuhkan perusahaannya.
Terafab menargetkan dua jenis chip utama: prosesor inferensi tepi yang dioptimalkan untuk sistem Full Self-Driving Tesla, robot humanoid Optimus, dan armada Robotaxi, dan varian daya tinggi yang tahan terhadap lingkungan luar angkasa, mendukung satelit SpaceX, pusat data orbital, dan inisiatif xAI.
source on Google [Gambas:Video CNBC]