Internasional

Presiden ini Wajibkan Semua Calon Menteri Ikut Tes Deteksi Kebohongan

Tommy Patrio Sorongan, CNBC Indonesia
Selasa, 24/03/2026 14:40 WIB
Foto: Presiden Madagaskar Michael Randrianirina. (Reuters/Siphiwe Sibeko)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Madagaskar Michael Randrianirina membuat gebrakan kontroversial dengan mewajibkan seluruh calon menteri baru untuk menjalani tes detektor kebohongan atau poligraf. Langkah ekstrem itu diambil guna memberantas kandidat korup setelah dirinya membubarkan kabinet tanpa penjelasan pada awal bulan ini.

Randrianirina naik takhta melalui kudeta pada Oktober tahun lalu setelah berminggu-minggu protes besar-besaran yang dipimpin anak muda di bawah bendera "Gen Z Madagascar". Namun, para pemuda tersebut dengan cepat merasa kecewa dengan pilihan pejabat pemerintahannya yang dianggap sebagai bagian dari elite lama yang korup.

"Kami telah memutuskan untuk menggunakan poligraf. Dengan poligraf inilah pemeriksaan integritas latar belakang akan dilakukan," tegas Randrianirina kepada media lokal pada Kamis (20/03/2026).



Randrianirina mengatakan bahwa kabinet baru akan diumumkan pada awal minggu depan. Dirinya bersikeras bahwa metode ini adalah jalan satu-satunya untuk menyaring integritas para pembantunya di pemerintahan mendatang.

"Kami akan tahu siapa yang korup dan siapa yang bisa membantu kami, siapa yang akan mengkhianati perjuangan kaum muda," ujar Randrianirina.

Aksi protes pemuda Madagaskar sendiri dimulai pada September tahun lalu, yang awalnya dipicu oleh pemadaman listrik dan air, hingga kemudian menuntut perombakan total sistem politik. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat setidaknya 22 orang tewas dalam hari-hari pertama protes tersebut.

Pada 11 Oktober, unit elite militer Capsat, di mana Randrianirina menjabat sebagai kolonel, menyatakan dukungan bagi para pengunjuk rasa. Keesokan harinya, presiden saat itu, Andry Rajoelina, dilaporkan melarikan diri ke Dubai menggunakan pesawat militer Prancis.

Randrianirina kemudian dilantik sebagai presiden sementara dan berjanji akan menyelenggarakan pemilu pada akhir 2027. Meskipun aktivis Gen Z terus mendesaknya untuk memastikan tanggal pemilu, mereka juga mengkritik penunjukan pejabat yang dianggap memiliki hubungan dengan rezim Rajoelina sebelumnya.

Randrianirina telah memecat perdana menteri dan kabinet pada 9 Maret, lalu mengumumkan pada hari Minggu bahwa Kepala Lembaga Anti Korupsi Mamitiana Rajaonarison, akan menjadi perdana menteri baru. Ia dan Rajaonarison hanya akan mewawancarai kandidat menteri yang lulus tes detektor kebohongan.

"Kami tidak mencari seseorang yang 100% bersih, tetapi di atas 60%. Dengan begitu, Madagaskar akhirnya akan bisa berkembang," kata Randrianirina.

Namun, langkah penggunaan poligraf ini memicu keraguan di kalangan aktivis. Salah satu pengelola akun media sosial Gen Z Madagascar mengungkapkan skeptisismenya terhadap efektivitas alat detektor kebohongan tersebut.

"Itu bahkan tidak terbukti secara ilmiah bisa bekerja. Bagi saya ini hanya lelucon dan memalukan," ungkap pengelola akun tersebut.

Meski demikian, pihak aktivis mengakui adanya perubahan arah pemerintahan dibandingkan era sebelumnya. Mereka tetap menaruh harapan pada jajaran menteri yang akan dipilih nanti.

"Kami setuju bahwa menteri-menteri sebelumnya tidak baik. Kami masih memiliki harapan untuk menteri-menteri baru, tetapi secara umum saya pikir rezim ini sudah lebih baik daripada rezim Andry Rajoelina," tambahnya.

Madagaskar saat ini berstatus sebagai salah satu negara termiskin di dunia dengan PDB per kapita hanya US$ 545 (Rp 9.265.000) pada tahun 2024 menurut data Bank Dunia. Padahal, pulau ini kaya akan sumber daya alam termasuk vanila dan permata berharga, yang menurut para aktivis telah dieksploitasi oleh pejabat dan pengusaha korup. Negara ini pun terpuruk di peringkat 148 dari 180 negara dalam indeks persepsi korupsi Transparency International tahun 2025.



(miq/miq) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi & Manipulasi CPO