One Way Nasional Tol Trans Jawa Berlaku, Ini Titik-Titik dan Skemanya
Jakarta, CNBC Indonesia - Ruas Jalan Tol Trans Jawa arah ke Jakarta telah memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) secara nasional. Kebijakan tersebut diterapkan mulai dari KM 459 hingga KM 70.
"One way diberlakukan dari Salatiga sampai dengan Cikampek Utama, untuk informasinya one way di KM 459 sampai KM 70," kata petugas Jasa Marga, Pingky, Selasa (24/3/2026), seperti dilansir dari www.detik.com.
Perpanjangan rekayasa lalu lintas one way, telah diberlakukan sejak Senin (23/3/2026) malam. Hingga kini, terdapat dua skema yang diterapkan, yakni one way nasional dan one way lokal.
"One way nasional dari Kalikangkung sampai arah Cikampek Utama, lalu one way lokal dari Banyumanik sampai dengan Salatiga," ujar Pingky.
Sebelumnya, Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Agus Suryonugroho menyampaikan one way nasional mulai diterapkan pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.00 WIB. Kebijakan ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan arus balik kendaraan menuju Jakarta.
"Prioritas untuk traffic yang cukup tinggi adalah one way nasional arus balik yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 besok pada pukul 14.00 yang flag off-nya langsung dipimpin bapak Kapolri dan beberapa menteri yang hadir," kata Agus dikutip Selasa (24/3/2026).
Persiapan rekayasa lalu lintas tersebut sebenarnya telah dilakukan sejak hari sebelumnya. Pada Senin pukul 14.00 WIB, Korlantas Polri lebih dulu menerapkan one way nasional secara parsial dari KM 263 hingga KM 70 Tol Cikampek Utama.
Agus menambahkan, kebijakan one way nasional berpotensi diperpanjang hingga Maret, bergantung pada kondisi arus lalu lintas di lapangan. Jika volume kendaraan mulai menurun, rekayasa tersebut akan dievaluasi dan berpeluang dihentikan.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak memusatkan perjalanan kembali pada tanggal tertentu. Sebab, penumpukan kendaraan berisiko terjadi di titik-titik krusial, terutama di sekitar KM 70 arah Jakarta, sehingga perlu diantisipasi agar lalu lintas tetap terurai.
source on Google [Gambas:Video CNBC]