MARKET DATA

Ini Dia "Si Tua" Sesar Adang yang Bikin Kalimantan Tak Aman dari Gempa

Arrijal Rachman ,  CNBC Indonesia
22 March 2026 16:45
Peta Sesa Adang di Kalimantan. (Dok. Pakar Geologi Awang H. Satyana melalui Daryono-anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN))
Foto: Peta Sesa Adang di Kalimantan. (Dok. Pakar Geologi Awang H. Satyana melalui Daryono-anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN))

Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota Pusat Studi Gempa Nasional (PUSGEN) Daryono mengungkapkan, gempa tektonik berkekuatan M 5,0 yang melanda wilayah Kayan Hilir,Sintang, Kalimantan Barat pada pukul 03.04 WIB pada 13 Maret 2026 menjadi pertanda sesar tua di Kalimantan tengah aktif. Sesar tua itu ialah Sesar Adang.

"Salah satu sumber gempa lokal di Kalimantan yang perlu diperhatikan adalah Sesar Adang, yang diduga kuat sebagai pemicu gempa," kata Daryono dikutip dari keterangan tertulis di akun instagram @daryono_bicara_gempa, Minggu (22/3/2026).

Daryono menjelaskan, Sesar Adang merupakan struktur patahan regional yang memanjang di Pulau Kalimantan dari pesisir timur hingga ke bagian barat laut pulau. Terusan Sesar Adang ada di daerah Lupar yang merupakan perbatasan antara Kalimantan Barat dan Sarawak di dekat kota Kuching.

Ia menyebut, status umur Sesar Adang secara umum diinterpretasikan sebagai sesar tua yang berkembang sejak Tersier, bukan sesar Kuarter yang sangat aktif seperti banyak sesar di Jawa atau Sumatra.

"Beberapa gempa lokal yang tercatat di wilayah Kalimantan Barat, khususnya di sekitar Sintang dan Sekadau, sering dikaitkan dengan aktivitas sesar ini," ucap Daryono.

Peta pulau kalimantan. (Dok. KemenPU)Foto: Peta pulau kalimantan. (Dok. KemenPU)
Peta pulau kalimantan. (Dok. KemenPU)

Gempa yang dipicu Sesar Adang menurut Daryono biasanya memiliki magnitudo kecil hingga sedang. Namun karena berasal dari sumber yang dangkal di kerak bumi, memicu gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang getarannya dapat terasa cukup kuat di wilayah sekitar episenter.

"Magnitudonya cenderung lebih kecil, tetapi kedalamannya dangkal sehingga potensi guncangan lokal bisa relatif signifikan," ucap Daryono.

Efek dari dangkalnya kedalaman gempa ini kata Daryono memicu guncangan di wilayah Kayan Hilir menyebabkan warga terbangun dan lari berhamburan keluar rumah. Bahkan, efek gempa turut dirasakan di Sintang, Sanggau Katingan, Melawi, dan beberapa wilayah lain di Kalimantan Barat maupun Kalimantan Tengah.

"Dalam konteks ini, ancaman gempa di Kalimantan lebih bersifat lokal dan sporadis, bukan gempa besar yang sering terjadi seperti di wilayah barat Indonesia," tuturnya.

Rendahnya aktivitas gempa di Kalimantan sendiri tidak terlepas dari posisi pulau ini yang berada di bagian interior Paparan Sunda, jauh dari batas pertemuan lempeng aktif.

Berbeda dengan Sumatra dan Jawa yang dipengaruhi langsung oleh interaksi antara tumbukan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia, Kalimantan berada di wilayah kerak yang relatif stabil.

Akibatnya, deformasi tektonik yang terjadi lebih lemah dan jarang memicu gempa besar. Namun demikian, struktur patahan lama seperti Sesar Adang tetap dapat mengalami reaktivasi akibat tegasan regional yang bekerja di kerak bumi.

Daryono menyebut, jalur struktur Sesar Adang berawal dari kawasan Teluk Adang di sekitar Kabupaten Paser di Kalimantan Timur. Dari sana jalurnya diperkirakan menerus ke pedalaman pulau menuju wilayah Sintang, Sekadau, hingga Sanggau.

Patahan ini kemudian diperkirakan berlanjut menuju kawasan perbatasan di sekitar Entikong dan tersambung dengan sistem struktur geologi di wilayah Kuching, Sarawak.

[Gambas:Instagram]

(wur) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Inalum Ungkap Kebutuhan Listrik untuk Proyek Smelter Aluminium Baru


Most Popular
Features