Internasional

6 Update Perang Iran: Trump Tolak Gencatan Senjata-Sikap Terbaru Putin

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Sabtu, 21/03/2026 19:45 WIB
Foto: REUTERS/Tyrone Siu
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel masih berlanjut dan belum ada tanda-tanda selesai.

Berikut perkembangan terkini pada Sabtu (21/3/2026), dirangkum CNBC Indonesia.

1. Iran Ungkap Musuh Sedang Dikalahkan

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengungkapkan pihak musuh saat ini sedang dikalahkan oleh pasukan militer Iran.


Hal ini diungkapnya saat memberikan pernyataan di televisi Iran pada Jumat (20/3/2026) kemarin.

"Saat ini, karena persatuan yang telah tercipta di antara saudara-saudara sebangsa kita, terlepas dari perbedaan dalam asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik, musuh telah dikalahkan," kata Khamenei dalam pernyataannya, dikutip dari Aljazeera, Sabtu (21/3/2026).

Pemimpin tertinggi baru Iran itu mengatakan meski AS dan Israel meyakini rakyat Iran bakal menggulingkan pemerintah, namun ia menyebut itu adalah kesalahan perhitungan yang besar.

"Perang dilancarkan di bawah khayalan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut dan keputusasaan pada rakyat kita tercinta, dan melalui cara ini, mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud," jelas Khamenei.

"Sebaliknya, telah muncul keretakan di pihak musuh," tambahnya.

2. Trump Kekeuh Tak Mau Gencatan Senjata

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengaku telah memenangkan perang atas Iran.

"Saya pikir kami sudah menang," kata Trump dilansir dari Aljazeera, Sabtu (21/3/2026).

Trump mengatakan operasi militer AS di Iran akan terus berlanjut. Dia menyebut gencatan senjata tidak akan diambil AS karena pasukannya telah menang melawan Iran.

"Saya tidak ingin melakukan gencatan senjata. Anda tahu Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar menghancurkan pihak lain," tambahnya.

3. Menlu Iran: Perang harus Diakhiri

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan Teheran membutuhkan lebih dari sekadar gencatan senjata agar perang dengan AS dan Israel berakhir.

"Pesan kami adalah bahwa perang ini bukanlah perang kami. Ini adalah perang yang dipaksakan kepada kami. Kami sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat ketika mereka memutuskan untuk menyerang kami. Ini adalah tindakan agresi yang terang-terangan; tindakan agresi yang ilegal, tidak beralasan, dan tanpa provokasi," kata Araghchi, dikutip dari Aljazeera.

Ia menambahkan bahwa Iran akan terus berjuang agar perang dapat dimenangkan oleh Iran. Pihaknya juga akan terus membela diri demi rakyat Iran yang kini menderita akibat serangan AS-Israel.

"Apa yang kami lakukan murni untuk membela diri. Kami akan terus membela diri, bagaimanapun diperlukan dan selama diperlukan," lanjutnya.

Araghchi pun tak mau menerima gencatan senjata secara sepihak yang dilakukan AS, karena berkaca dari tahun lalu di mana gencatan senjata yang dilakukan hanya bentuk jebakan belaka.

"Posisi kami, dan saya harus menegaskan kembali, adalah bahwa kami tidak menerima gencatan senjata karena kami tidak ingin skenario tahun lalu terulang. Perang harus diakhiri sepenuhnya dan secara permanen, dan harus ada jaminan bahwa situasi ini tidak akan terulang," tegas Araghchi.

4. Rusia Dukung Iran

Presiden Rusia Vladimir Putin mengucapkan selamat kepada para pemimpin Iran atas perayaan Nowruz dan mengatakan Moskow tetap menjadi teman setia dan mitra yang dapat diandalkan bagi Teheran, di mana hal ini menjadi bentuk dukungan Rusia terhadap Iran.

Namun, sejauh mana dukungan Moskow untuk Iran masih menjadi perdebatan. Beberapa sumber Iran mengatakan bahwa mereka hanya menerima sedikit bantuan nyata dari Moskow dalam krisis terbesar yang dialami Iran sejak Shah yang didukung AS digulingkan dalam revolusi 1979.

Putin mengirimkan ucapan selamat tahun baru Iran kepada Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

"Vladimir Putin berharap rakyat Iran dapat mengatasi cobaan berat ini dengan bermartabat dan menekankan bahwa di masa sulit ini Moskow tetap menjadi teman setia dan mitra terpercaya Teheran," kata Kremlin, dikutip dari Reuters, Sabtu (21/3/2026).

Rusia mengatakan serangan AS dan Israel terhadap Iran telah menjerumuskan seluruh Timur Tengah ke jurang kehancuran dan memicu krisis energi global yang besar. Putin pun mengutuk pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran sebelumnya yakni Ayatollah Ali Khamenei sebagai pembunuhan yang "sinis".

5. Iran dan Israel Masih Saling Serang

Israel dan Iran masih terus saling menyerang hingga Sabtu hari ini, ketika AS mengirimkan ribuan marinir tambahan ke Timur Tengah dan Presiden Donald Trump menuduh sekutu NATO pengecut karena keengganan mereka untuk membantu membuka Selat Hormuz.

Israel juga menyerang Beirut, dengan mengatakan bahwa mereka menargetkan Hizbullah seiring dengan peningkatan serangan udara yang menargetkan milisi Lebanon yang didukung Iran tersebut.

Serangan ini merupakan dampak paling mematikan dari perang melawan Iran sejak Hizbullah menembaki Israel untuk mendukung Teheran pada 2 Maret.

Lebih dari 2.000 orang telah tewas sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, sementara warga Amerika tampaknya semakin khawatir dengan tanda-tanda perang dapat meluas lebih jauh saat memasuki minggu keempatnya.

Infrastruktur energi vital di Iran dan negara-negara Teluk tetangga telah diserang, menyebabkan harga minyak naik 50% dan mengancam guncangan ekonomi global.

6. Ledakan Terjadi di UEA dan Teheran

Ledakan pencegatan di Uni Emirat Arab (UEA) terdengar cukup keras pada Jumat malam waktu setempat, memperpanjang serangkaian ledakan yang terjadi secara beruntun.

Tepat setelah tengah malam, UEA mengkonfirmasi bahwa pertahanan mereka kembali menanggapi ancaman rudal dan drone yang datang dari Iran, dan suara-suara itu adalah sistem pertahanan udara yang aktif di larut malam.

"Kami juga memiliki personel di sini yang dalam keadaan siaga tinggi. Saat ini, rasa aman menjadi prioritas utama, menyusul peringatan dari Iran. Mereka mengatakan bahwa Ras al-Khaimah akan menjadi target dalam waktu dekat... Warga telah diberitahu untuk meninggalkan kota melalui rute tertentu," ungkap perwakilan militer UEA, dilansir dari Aljazeera

Pihak UEA belum menerima tanggapan resmi dari pihak berwenang, tetapi rudal dari Iran tersebut memberikan tekanan pada UEA dan negara-negara GCC lainnya.

"Semua tekanan ini terus mendorong negara-negara GCC semakin mendekat ke AS," ungkap perwakilan UEA.

Tak hanya di UEA, ibukota Iran yakni Teheran juga terus menerima ledakan. Laporan terbaru mengungkapkan setidaknya tiga ledakan yang terdengar di bagian timur ibu kota Iran, Teheran pada Jumat malam.

Dari Jumat malam hingga Sabtu pagi, terjadi ledakan di seluruh kota, termasuk distrik Ekbatan dan Olympic Village.

Sebelumnya, Israel mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan beberapa serangan di Teheran pada hari pertama Nowruz dan Idul Fitri.

Belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa akibat serangan tersebut.


(dce) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Trump hingga Putin Ucapkan Selamat Lebaran untuk Umat Islam