Apalagi Perempuan Jangan Suka Nahan Pipis! Sisa Kencing Bawa Petaka
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi Anda yang tengah melakukan mudik ke kampung halaman saat Lebaran 2026, tentunya terkadang memilih untuk menahan buang air kecil karena disebabkan beberapa hal, mulai dari sulitnya mengakses toilet karena rest area penuh, toilet di tempat peristirahatan tidak memadai dan kotor, atau alasan lainnya.
Namun, kebiasaan menahan buang air kecil dapat berimbas ke masalah kesehatan. Apalagi perempuan yang lebih rentan jika menahan buang air kecil.
Spesialis urologi Prof Dr dr Nur Rasyid, SpU(K) mengingatkan untuk sebisa mungkin tidak menahan keinginan buang air kecil. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, risiko terkena infeksi saluran kemih (ISK) bisa meningkat.
Menurutnya, perempuan termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami infeksi saluran kemih.
Hal ini berkaitan dengan anatomi tubuh perempuan yang memiliki uretra lebih pendek dibandingkan laki-laki, sehingga bakteri lebih mudah mencapai kandung kemih.
Secara umum, urine yang tertahan terlalu lama di kandung kemih juga dapat meningkatkan risiko infeksi, terlebih jika urine tersebut mengandung bakteri. Bakteri tersebut dapat terus berkembang biak jika tidak segera dikeluarkan dari tubuh.
"Kapasitas (kandung kemih) itu misalnya 400, karena perjalanan kita tahan kencing sampai 600 gitu. Pada saat kencing, kandung kencingnya jadi nggak kuat memompanya. Karena nggak kuat, waktu keluar akhirnya ada sisa kencing di kandung kencing. Sisa kencing ini yang bisa membuat infeksi," kata Prof Rasyid, dikutip dari detikHealth, Sabtu (21/3/2026).
"Kalau selalu ada sisa kencing, itu kan kayak tempat mengeram yang subur jadinya. Tapi kalau dia kencing terus habis semua, kan kumannya keluar semua," tambahnya.
Ia menambahkan, kebiasaan menahan kencing sebaiknya tidak dilakukan, baik saat perjalanan mudik maupun dalam aktivitas sehari-hari. Jika dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang, kebiasaan ini bahkan dapat memicu terbentuknya batu di kandung kemih.
Beberapa gejala batu kandung kemih yang perlu diwaspadai antara lain nyeri saat buang air kecil, perubahan warna urine, hingga kesulitan buang air kecil atau anyang-anyangan.
"Kalau nahan kencing secara kronis, artinya sering bisa juga memicu masalah batu, tapi di kandung kencing, bukan di ginjal," pungkasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]