MARKET DATA

Tarif MRT, LRT dan Transjakarta Jadi Rp1 Selama Lebaran 2026

Ferry Sandi,  CNBC Indonesia
20 March 2026 08:10
Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Sejumlah penumpang menaikin kereta MRT jurusan Lebak Bulus - Bundaran HI, Jakarta, Kamis, (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah bersama operator transportasi publik memberikan tarif spesial Rp1 untuk layanan MRT, LRT Jabodebek, dan TransJakarta selama periode Lebaran 2026. Kebijakan ini diterapkan guna mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di momen libur panjang.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menetapkan tarif Rp1 untuk seluruh relasi LRT Jabodebek yang berlaku pada H1 dan H2 Lebaran. Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan transportasi yang lebih terjangkau di tengah tingginya aktivitas masyarakat saat hari raya.

"Melalui kebijakan tarif Rp1 untuk LRT Jabodebek pada H1 dan H2 Lebaran 2026, KAI ingin menghadirkan kejutan yang menyenangkan sekaligus mendorong semakin banyak masyarakat memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi," ujar Bobby dalam keterangannya.

Periode Lebaran identik dengan peningkatan mobilitas untuk bersilaturahmi maupun berwisata. Karena itu, tarif khusus diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi publik di kawasan perkotaan.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, KAI menyiapkan penguatan operasional mulai dari penambahan petugas, pengaturan kepadatan di stasiun, hingga penyesuaian sistem ticketing dan pola operasi seperti akhir pekan.

Di sisi lain, MRT Jakarta juga menerapkan tarif Rp1 pada Hari H dan H+1 Lebaran. Kebijakan ini mengacu pada keputusan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan menjadi bagian dari strategi menjaga mobilitas warga tetap lancar selama libur panjang.

Selain tarif murah, MRT juga menyesuaikan jam operasional dengan pola akhir pekan, yakni pukul 05.00 hingga 24.00 WIB, dengan interval antar kereta sekitar 10 menit. Khusus malam takbiran, layanan diperpanjang hingga pukul 01.00 WIB.

Corporate Secretary Division Head MRT Jakarta, Rendy Primartantyo, memastikan layanan tetap berjalan optimal dengan dukungan tambahan petugas di stasiun dan kereta. "Pada periode yang sama, dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 H, diberlakukan tarif khusus Rp1 selama dua hari," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggratiskan layanan TransJakarta selama Lebaran, meski secara sistem tetap dikenakan tarif Rp1. Direktur Utama TransJakarta Welfizon Yuza menjelaskan bahwa skema tersebut merupakan konsekuensi sistem pembayaran digital yang tetap membutuhkan nilai transaksi minimum.

"Secara sistem di TJ (TransJakarta), MRT, dan yang lain itu Rp0 tetap harus ada nilai, makanya jadinya Rp1. Jadi Rp1 dan Rp0 sebenarnya secara rupiahnya tidak beda jauh," ujarnya.

Ia menegaskan, kebijakan tarif murah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mendorong penggunaan transportasi umum pada momen hari besar keagamaan, sekaligus mengurangi potensi kemacetan di ibu kota.

Dengan penerapan tarif Rp1 di tiga moda utama ini, pemerintah berharap masyarakat semakin terdorong meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, aman, dan terintegrasi selama Lebaran 2026.

Dishub menegaskan bahwa layanan transportasi yang memang sudah memiliki tarif nol rupiah tidak mengalami perubahan selama periode ini.

"Layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares (Layanan penugasan Transportasi Jakarta lainnya), serta layanan gratis bagi Masyarakat berdasarkan Pergub DKI Jakarta No.133 tahun 2018 tentang Pelayanan Transjakarta Gratis dan Bus Gratis Bagi Masyarakat tertentu yang sudah memiliki tarif Rp 0 tetap berlaku sesuai tarif awal," tulis Dishub.

Kebijakan ini hadir seiring dengan periode libur panjang Lebaran 2026 yang telah ditetapkan pemerintah. Berdasarkan keputusan bersama tiga kementerian, hari libur nasional Idulfitri jatuh pada 21 dan 22 Maret 2026, sementara cuti bersama berlangsung sejak 20 hingga 24 Maret 2026.

Dengan rangkaian libur yang cukup panjang tersebut, mobilitas warga diperkirakan meningkat signifikan, khususnya di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Tarif Rp1 ini diharapkan dapat mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode Lebaran.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Rencana Kenaikan Tarif Transjakarta, Pramono Akhirnya Buka Suara


Most Popular
Features