MARKET DATA
Internasional

Arab Saudi Ancam Pembalasan ke Iran Usai Kilang Minyak Dibombardir

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
19 March 2026 12:45
Workers evacuate area around Saudi Aramco's Ras Tanura oil refinery as smoke rises following a reported Iranian drone strike, in Ras Tanura, Saudi Arabia, in this still image obtained from social media video released on March 2, 2026. Social Media/via REUTERS  THIS IMAGE HAS BEEN SUPPLIED BY A THIRD PARTY. NO RESALES. NO ARCHIVES. NEWS USE ONLY. VERIFICATION: Reuters verified the location from the buildings, trees and the smoke stacks seen in the video, which matched satellite imagery of the area. The date was verified from an official statement from Aramco saying it had shut the facility down after a drone strike on March 2. No older versions of the videos were found posted online before March 2. Coordinates: 26.70322602981727, 50.090750650948635.
Foto: via REUTERS/Social Media

Jakarta, CNBC Indonesia - Arab Saudi membuka kemungkinan mengambil tindakan militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Pernyataan ini muncul setelah adanya serangan terhadap fasilitas vital kerajaan, termasuk kilang minyak.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan Al Saud, menegaskan Riyadh memiliki hak untuk merespons secara militer jika diperlukan. Ia menuduh Teheran lebih memilih menekan negara-negara tetangga ketimbang menempuh jalur diplomasi.

"Tekanan dari Iran ini akan menjadi bumerang secara politik dan moral, dan tentu saja kami berhak untuk mengambil tindakan militer jika dianggap perlu," ujar Faisal dalam pernyataannya di Riyadh, seperti dikutip Kamis (19/3/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan darurat para menteri Arab dan negara-negara Islam. Faisal menyebut kepercayaan antara Arab Saudi dan Iran kini telah runtuh, sekaligus mendesak Teheran untuk menghentikan langkah-langkah yang dinilai provokatif.

Ia juga mengungkapkan bahwa dua kilang minyak di Arab Saudi menjadi sasaran serangan. Menurutnya, tindakan tersebut tidak akan memberikan keuntungan bagi Iran.

"Kita telah melihat dua kilang minyak menjadi sasaran hari ini. Apa tujuannya? Iran harus memahami bahwa hal itu akan memiliki konsekuensi," tegasnya.

Faisal menambahkan, kesabaran Arab Saudi tidak akan berlangsung selamanya. Ia menekankan bahwa kerajaan bersama sekutunya memiliki kapasitas signifikan untuk merespons setiap ancaman.

"Kerajaan dan para mitranya memiliki kemampuan yang signifikan, dan kesabaran yang telah kami tunjukkan bukanlah tanpa batas," ujarnya.

Dalam kesempatan terpisah, Faisal juga menyebut serangan rudal yang menargetkan Riyadh saat berlangsungnya pertemuan para diplomat regional sebagai sinyal jelas sikap Iran terhadap diplomasi.

Ketegangan antara Arab Saudi dan Iran kembali memanas dalam beberapa waktu terakhir. Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

(tfa/tfa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Trump Terang-terangan Ingin Segera Rudal Iran, Teheran Respons Begini


Most Popular
Features