PLTA Saguling Bantu Amankan Pasokan Listrik Jawa-Bali Saat Lebaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan keandalan dan pasokan listrik selama masa libur Hari Raya Idulfitri tahun ini. Saat ini, sistem kelistrikan nasional, terutama di wilayah Jawa-Bali (Jabali), dalam kondisi aman dan memiliki cadangan daya yang memadai.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Saguling yang berlokasi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat menjadi salah satu pemasok listrik di wilayah Jabali.
PLTA tersebut telah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. Segala bentuk perawatan rutin (maintenance) telah diselesaikan, sehingga risiko gangguan operasional pembangkit menjelang dan selama libur Lebaran sangat kecil.
"Hari ini dari Posko Nasional Sektor ESDM melakukan kunjungan untuk melihat kesiapan kelistrikan. Jadi, untuk pasokan ketenagalistrikan, kita ingin melihat kesiapan secara keseluruhan dari PLTA Saguling memasok sistem Kelistrikan Jawa-Bali," ungkap Yuliot dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (17/3/2026).
Pembangkit dengan kapasitas terpasang 4 x 175,18 Mega Watt (MW) ini tidak hanya berfungsi sebagai penopang beban puncak di sistem Jabali, tetapi juga bertugas penting sebagai pengatur frekuensi sistem kelistrikan melalui penerapan mekanisme Load Frequency Control (LFC).
Pada periode siaga Ramadhan dan Idulfitri (12-31 Maret 2026), beban puncak kelistrikan diproyeksikan mencapai 47.198 MW, sementara daya mampu pasok (DMP) mencapai 51.608 MW atau tersisa cadangan total 4.410 MW.
"Dengan ketersediaan pasokan dan kebutuhan yang masih tersisa cadangan 9,3% atau 4.401 MW maka dapat dipastikan cadangan itu masih cukup handal," imbuhnya.
Adapun pada tanggal 21 Maret 2026 atau saat Hari Raya Idulfitri, Posko Nasional memproyeksikan BP sebesar 35.017 MW dan DMP 51.967 MW, sehingga cadangan total mencapai 16.950 MW (48,4%).
Hal itu menunjukkan bahwa meskipun BP pada hari H lebaran naik 5,46% dibanding 2025, beban tersebut tetap lebih rendah 29% dibanding hari normal.
(mij/mij) Add
source on Google