5 Photos
Potret Negara Chaos! Gelap Gulita di Bawah Bayang-Bayang Ancaman AS
Warga Kuba berunjuk rasa di Havana memprotes pemadaman listrik massal yang membuat jutaan orang terdampak di tengah krisis energi yang kian memburuk.
Warga berkumpul di jalan saat pemadaman listrik melanda Havana, Kuba, Senin (16/3/2026), setelah jaringan listrik nasional runtuh dan menyebabkan sekitar 10 juta orang kehilangan aliran listrik di tengah blokade minyak dari AS. Puluhan orang kemudian turun ke pusat kota untuk memprotes kondisi tersebut dengan memukul panci dan wajan sebagai simbol kemarahan atas krisis listrik yang kian memburuk. (REUTERS/Norlys Perez)
Pemadaman listrik dilaporkan telah membuat sekitar 10 juta orang di seluruh Kuba tanpa aliran listrik. Kondisi ini memicu kemarahan publik karena aktivitas sehari-hari lumpuh dan kebutuhan dasar warga terganggu. (REUTERS/Norlys Perez)
Operator jaringan listrik nasional menyatakan bahwa sistem kelistrikan negara runtuh pada hari yang sama. Mereka menyebutkan bahwa krisis ini diperparah oleh blokade minyak yang diberlakukan oleh Amerika Serikat, yang berdampak pada pasokan bahan bakar untuk pembangkit listrik yang sudah menua. (REUTERS/Norlys Perez)
Dalam beberapa hari terakhir, aksi serupa juga terjadi di berbagai wilayah di Havana. Warga secara spontan melakukan protes dengan memukul peralatan dapur sebagai simbol ketidakpuasan terhadap pemadaman listrik berkepanjangan yang bisa berlangsung berjam-jam hingga berhari-hari. (REUTERS/Norlys Perez)
Gelombang protes bahkan meluas ke sejumlah kota lain seperti Moron dan Santiago de Cuba. Aksi ini mencerminkan meningkatnya frustrasi masyarakat terhadap penanganan krisis listrik oleh pemerintah, yang dinilai belum mampu memberikan solusi efektif. (REUTERS/Norlys Perez)
source on Google