MARKET DATA
Internasional

Mengenal Pulau Qeshm, Kunci Strategis Iran di Perang Lawan AS-Israel

Thea Fathanah Arbar,  CNBC Indonesia
18 March 2026 04:00
Pulau Qeshm di Teluk Iran. (Photo by ATTA KENARE / AFP/File Foto)
Foto: Pulau Qeshm di Teluk Iran. (AFP/ATTA KENARE/File Foto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pulau Qeshm di Selat Hormuz kini menjadi sorotan global di tengah memanasnya konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pulau terbesar di Teluk Persia itu tak lagi sekadar destinasi wisata geologi, melainkan berubah menjadi benteng strategis militer dengan jaringan "kota rudal" bawah tanah.

Laporan Al Jazeera menyebut pulau ini terletak sekitar 22 km dari Bandar Abbas dan memiliki luas sekitar 1.445 km persegi. Posisi geografisnya memungkinkan pulau ini mengontrol jalur masuk ke Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia.

Seiring eskalasi konflik, pulau ini bertransformasi dari kawasan perdagangan bebas menjadi garis depan pertahanan Iran. Analis militer menyebut Qeshm sebagai "kapal induk tak tergoyahkan" yang menjadi basis strategi perang asimetris Teheran.

Pensiunan Brigadir Jenderal Lebanon, Hassan Jouni, menyebut pulau tersebut menyimpan "kemampuan Iran yang luar biasa" dalam jaringan fasilitas bawah tanah yang dikenal sebagai "kota rudal". Menurutnya, sistem ini dirancang untuk satu tujuan utama, yakni mengendalikan atau bahkan menutup Selat Hormuz.

Ketegangan meningkat setelah serangan udara AS pada 7 Maret yang menargetkan fasilitas desalinasi di Qeshm. Pemerintah Iran menyebut serangan itu sebagai "kejahatan terang-terangan" terhadap warga sipil karena memutus pasokan air bersih ke sekitar 30 desa.

Sebagai respons, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Bahrain, yang disebut menjadi titik peluncuran serangan ke Qeshm.

Dampaknya langsung terasa pada lalu lintas energi global. Iran sempat mengancam akan menyerang kapal yang melintasi Selat Hormuz, membuat arus pengiriman minyak dan gas nyaris terhenti. Saat ini, hanya sejumlah kecil kapal yang diizinkan melintas setelah negosiasi dengan Teheran, sementara pemerintah Presiden Donald Trump berupaya membentuk konvoi militer untuk mengamankan jalur tersebut.

Di balik ketegangan militer, Qeshm tetap menyimpan nilai sejarah panjang. Pulau ini pernah dikenal dengan berbagai nama, mulai dari Oaracta oleh penjelajah Yunani hingga Abarkawan dalam catatan geografi Islam. Selama berabad-abad, wilayah ini menjadi incaran kekuatan besar, dari Portugis hingga Inggris, karena perannya sebagai sumber air dan titik strategis perdagangan.

Kini, sekitar 148.000 penduduk Qeshm hidup di tengah ironi: keindahan alam dan warisan geologi yang kaya, berdampingan dengan ancaman konflik modern. Pulau ini juga dikenal memiliki ekosistem unik seperti hutan bakau Hara serta Geopark Qeshm yang diakui UNESCO.

Dengan posisi strategis dan kemampuan militernya, Qeshm menjelma menjadi episentrum baru dalam perebutan kendali energi global abad ke-21.

(tfa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Perang AS-Iran Depan Mata, Selat Hormuz Dalam Bahaya


Most Popular
Features