MARKET DATA

Bahlil Buka Peluang RI Impor Minyak dari Rusia

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
17 March 2026 16:27
Stok BBM RI Cuma 20 Hari,  Negara Maju Ada yang 11.111 Hari
Foto: Infografis/Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Negara Maju Ada yang 11.111 Hari/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka suara terkait potensi RI untuk mengimpor minyak dari Rusia, sebagai alternatif pengganti minyak dari Timur Tengah.

Bahlil mengatakan, pemerintah membuka opsi semua negara produsen minyak berpotensi menjadi sumber pasokan minyak RI untuk menggantikan pasokan dari Timur Tengah yang terganggu.

Begitu pun dari Rusia. Menurutnya, Indonesia memungkinkan untuk mengimpor minyak dari Rusia.

"Semua negara, semua negara ada kemungkinan. Yang penting bagi kita sekarang adalah bagaimana barang ada, yang kedua harganya kompetitif. Itu yang paling penting," ungkap Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Termasuk Rusia? Bahlil pun menjawab, "Ya kenapa tidak? Woh Amerika aja sekarang sudah membuka untuk Rusia kok."

Seperti diketahui, Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah tak biasa di tengah gejolak pasar energi global akibat perang dengan Iran.

Washington pada Kamis (12/3/2026) memberikan izin sementara untuk membeli minyak Rusia yang saat ini masih terjebak di laut, dengan tujuan meredakan tekanan pada pasokan energi dunia.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kebijakan tersebut bersifat terbatas dan hanya berlaku dalam jangka waktu singkat.

Dalam unggahan di platform X, Bessent menegaskan bahwa langkah ini tidak dimaksudkan untuk membuka kembali perdagangan minyak Rusia secara luas.

Ia menyebut kebijakan itu sebagai "langkah yang dirancang secara sempit dan bersifat sementara" yang hanya berlaku untuk minyak yang sudah berada dalam perjalanan.

Menurut informasi yang diperoleh CNBC, saat ini terdapat sekitar 124 juta barel minyak asal Rusia yang berada di laut di sekitar 30 lokasi di seluruh dunia. Volume tersebut setara dengan kebutuhan AS sekitar lima hingga enam hari.

Langkah Washington untuk sementara mengizinkan pembelian minyak itu diharapkan dapat membantu meredakan volatilitas pasar energi yang meningkat sejak pecahnya perang dengan Iran.

(wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Soal Sumur Rakyat, Bahlil: Sudah Punya Warga dari Zaman Belanda


Most Popular
Features