MARKET DATA
Internasional

Putra Mahkota Iran Muncul Buat Komite "Masa Depan", Gabung AS-Israel?

sef,  CNBC Indonesia
17 March 2026 13:07
Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)
Foto: Putra Mahkota Iran, Reza Pahlavi. (Tangkapan Layar Video/REUTERS)

Jakarta, CNBC Indonesia - Putra Shah terakhir Iran yang diasingkan, Reza Pahlevi, mengumumkan sebuah komite baru untuk meletakkan dasar bagi "Iran di masa depan". Komisi yang disebut "komite keadilan masa depan di Iran" itu, bahkan menunjuk seorang pemenang Hadiah Nobel Perdamaian untuk memimpinnya.

Reza Pahlavi sebenarnya berbasis di Amerika Serikat (AS) setelah penggulingan ayahnya tahun 1979. Ia cukup memiliki pengaruh di kalangan diaspora tetapi tidak memegang posisi resmi.

Mengutip AFP, Selasa (17/3/2026), ia mengatakan bahwa komite itu akan menyusun "peraturan untuk komisi dan pengadilan pencari kebenaran". Mantan putra mahkota tersebut mengatakan tim akan mencari keadilan bagi "korban ketidakadilan, penyiksaan, dan penindasan oleh Republik Islam".

Di akun media sosial X, peraih Nobel Shirin Ebadi juga ia tunjuk memimpin komite yang ujarnya, terdiri dari "para ahli Iran berpengalaman yang mencakup empat generasi berbeda". Ia juga menyebut profesor hukum keturunan Belanda-Iran, Afshin Ellian, aktivis Iraj Mesdaghi, dan dokter Leila Bahmani sebagai anggota.

Pahlavi memimpin salah satu dari beberapa gerakan oposisi yang berbasis di luar Iran. Ketenarannya meningkat setelah ia mendorong protes pada bulan Januari terhadap sistem ulama Iran, dengan beberapa demonstran menyerukan kembalinya monarki yang telah digulingkan.

Ia makin vokal usai serangan AS dan Israel ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran sejak 1989, Ayatollah Ali Khamenei, 28 Februari. Ebadi adalah seorang pengacara, yang juga mantan hakim dan memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2003, mendirikan organisasi nirlaba Defenders of Human Rights Center dan tinggal di pengasingan di London.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Putra Mahkota Raja Iran Tiba-Tiba Muncul Respons Protes, Serukan Ini


Most Popular
Features