MARKET DATA

Bos Pengusaha Bilang Warga Bakal Serbu Mal di Tanggal Ini, Ada Apa?

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia
17 March 2026 17:35
Pengunjung saat berbelanja di Pusat Perbelajan Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (12/4/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Pengunjung saat berbelanja di Pusat Perbelajan Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (12/4/2024). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pengusaha pusat perbelanjaan atau mal mengungkapkan okupansi berpotensi meningkat tajam pada Lebaran Idulfitri 1447 H/ Lebaran 2026.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, okupansi dan penjualan di mal setelah Lebaran berpotensi meningkat dari biasanya. Ia menjelaskan potensi ini akan terjadi di hari kedua Lebaran Idulfitri 2026.

"Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan akan meningkat kembali pada saat libur Idulfitri, terutama akan terjadi mulai Idulfitri hari kedua setelah masyarakat merayakan dan bersilaturahmi bersama keluarga, saudara, kerabat dan lainnya," kata Alphonzus kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/3/2026).

Pihaknya pun memprediksi, tingkat kunjungan masyarakat ke mal pada Ramadan dan Lebaran tahun ini akan meningkat 10% - 15% dibandingkan dengan tahun lalu.

"Diperkirakan rata - rata tingkat kunjungan ke Pusat Perbelanjaan menjelang dan pada saat Ramadan dan Idulfitri akan meningkat sekitar 10% - 15% dibandingkan dengan tahun lalu," terangnya.

Menurut Alphonzus, selama Ramadan hampir semua kategori produk akan mengalami peningkatan penjualan. Namun, pola belanja masyarakat akan berubah menjelang dan setelah Idulfitri.

"Hampir semua kategori produk dan barang akan mengalami peningkatan penjualan selama Ramadan. Pola belanja akan berubah menjelang Idulfitri dan pada saat libur Idulfitri di mana masyarakat akan cenderung berbelanja produk makanan dan minuman (food and beverages) serta hiburan (entertainment)," jelasnya.

Ia mengatakan, momentum Ramadan dan Idulfitri merupakan periode paling penting bagi industri ritel di Indonesia karena menjadi musim puncak penjualan setiap tahun.

"Pada saat kondisi pertumbuhan perekonomian nasional yang masih belum maksimal seperti saat ini, maka semua momentum penjualan akan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh industri usaha ritel untuk meningkatkan kinerja setinggi-tingginya, terutama pada saat Ramadan dan Idulfitri yang mana adalah merupakan puncak penjualan (peak season) ritel di Indonesia," ujarnya.

Untuk memaksimalkan momentum tersebut, pusat perbelanjaan juga akan menghadirkan berbagai kegiatan hiburan serta dekorasi tematik guna menarik pengunjung.

"Sebagaimana biasanya untuk menyambut dan memeriahkan ataupun menyemarakkan perayaan hari-hari besar maka Pusat Perbelanjaan akan menyelenggarakan berbagai acara (event), atraksi, kegiatan, aktivitas dalam balutan kesenian, musik, budaya, hiburan dan lainnya untuk menarik pengunjung ke Pusat Perbelanjaan," ungkap Alphonzus.

"Para pengunjung akan mendapatkan berbagai pengalaman unik dan berkesan pada saat berada di Pusat Perbelanjaan dengan berbagai dekorasi yang indah yang tidak dapat ditemukan dalam kondisi dan situasi sehari-hari," lanjutnya.

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kabar Baik! Uang Mulai Banyak Muter di Mal, Rojali-Rohana Hilang?


Most Popular
Features