Macet Horor Pemudik di Pelabuhan Gilimanuk, Menhub Keluarkan Titah Ini

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 16/03/2026 16:27 WIB
Foto: Antrean kendaraan pemudik menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, Minggu (15/3/2026). (Dok. Polda Bali via Detikcom)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyiapkan upaya agar kemacetan dan penumpukan kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk Bali bisa terurai, di mana penumpukan masih terjadi hingga hari ini.

Dudy mengatakan, pihaknya melakukan koordinasi intensif di lapangan oleh Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Bali bersama para pemangku kepentingan terkait, termasuk kepolisian, operator kapal, otoritas pelabuhan, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.

"Kami juga mendorong percepatan berbagai langkah operasional di lapangan untuk mempercepat penguraian kepadatan kendaraan dan penumpang di kawasan Gilimanuk, sehingga mobilitas masyarakat tetap terlayani dengan baik. Untuk meningkatkan efektifitas koordinasi saya telah memerintahkan Wakil Menteri Perhubungan dan Dirjen Perhubungan Darat turun langsung ke Gilimanuk," kata Dudy saat ditemui wartawan di Manggarau, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).


Salah satu upaya yang akan dilakukannya yakni menambah kapal penyeberangan serta menyiapkan buffer zone guna mengatur pergerakan kendaraan.

"Kita menyiapkan buffer zone, kita tambah kapal, kemudian kita pisahkan kendaraan-kendaraan besar, kita masukkan ke buffer zone sehingga kendaraan-kendaraan kecil maupun bis bisa didahulukan," jelas Dudy.

Selain itu, pemerintah juga memberikan prioritas kepada kendaraan roda dua yang kerap mendominasi arus mudik di jalur penyeberangan tersebut.

"Kami juga memprioritaskan kendaraan roda dua karena mereka tidak memiliki atap. Jadi kita beri kesempatan lebih dahulu untuk masuk kapal," ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari mitigasi pemerintah untuk menghadapi lonjakan penumpang yang diperkirakan meningkat menjelang puncak arus mudik.

Hingga hari ini, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk terpantau padat, dengan dominasi kendaraan roda dua dan roda empat yang hendak menyeberang menuju Pulau Jawa. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk memastikan pelayanan transportasi penyeberangan tetap berjalan optimal di tengah peningkatan volume kendaraan.

Untuk mempercepat pergerakan kendaraan dan memperlancar arus penyeberangan, jumlah kapal yang dioperasikan mencapai 35 unit kapal, dari 28 yang sudah ada dan tambahan 7 kapal, dengan pola pelayanan 8 trip.

Kapal-kapal tersebut terdiri dari 19 kapal yang beroperasi di dermaga moveable bridge (MB), 11 kapal di dermaga landing craft machine (LCM), serta 4 kapal tambahan yang diperbantukan guna meningkatkan kapasitas angkut penyeberangan.

Selain penambahan armada, Kemenhub juga menerapkan sejumlah langkah operasional di lapangan, antara lain melalui skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat rotasi kapal, serta percepatan proses bongkar muat guna memperlancar kanalisasi kendaraan kecil.

"Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperkuat melalui pengoperasian buffer zone di terminal kargo Pelabuhan Gilimanuk serta optimalisasi fungsi UPPKB Cekik sebagai titik pengendalian kendaraan sebelum memasuki kawasan Pelabuhan," ungkapnya.

Kemenhub akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap kondisi operasional penyeberangan serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kelancaran layanan transportasi di lintas Ketapang-Gilimanuk.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Menhub Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret, Arus Balik 25 Maret