MARKET DATA

Harga Daging-Beras Bergerak Naik, BPS Minta Waspadai 2 Komoditas Ini

Martyasari Rizky,  CNBC Indonesia
16 March 2026 14:53
Kesibukan aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Tradisional Kranji, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 2/4. Jelang memasuki Ramadhan pada esok hari harga sayuran mengalami kenaikan. (Cnbc Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Kesibukan aktivitas pembeli dan pedagang di Pasar Tradisional Kranji, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu, 2/4. Jelang memasuki Ramadhan pada esok hari harga sayuran mengalami kenaikan. (Cnbc Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah komoditas pangan utama mulai mengalami kenaikan harga di berbagai daerah menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kenaikan ini utamanya terjadi pada komoditas cabai rawit, daging sapi, dan telur ayam ras.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan temuan tersebut didasarkan pada pemantauan Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kedua (M2) Maret 2026.

"Komoditas yang memberikan andil terhadap peningkatan IPH (Indeks Pertumbuhan Harga) pada minggu kedua Maret 2026, terutama cabai rawit, daging sapi, dan telur ayam ras," kata Ateng dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026).

BPS mencatat, jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH semakin bertambah dibanding pekan sebelumnya. Pada minggu kedua Maret, kenaikan harga terjadi di 222 kabupaten/kota, meningkat dari 204 kabupaten/kota pada pekan pertama bulan yang sama.

Selain tiga komoditas utama tersebut, sejumlah bahan pangan lain juga turut mendorong kenaikan harga, seperti daging ayam ras, beras, hingga minyak goreng.

"Ini terutama terjadi kenaikan dengan andil yang cukup besar yaitu daging sapi, daging ayam ras, dan juga beras," ujarnya.

Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)Foto: Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)

Berdasarkan pemetaan BPS, lonjakan harga cukup terasa di sejumlah wilayah Sumatra dan Jawa. Di Pulau Sumatra, kenaikan IPH tertinggi tercatat terjadi di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, dengan perubahan IPH mencapai 3,17%. Kenaikan harga di daerah tersebut dipicu oleh naiknya harga daging sapi, daging ayam ras, serta beras.

Selanjutnya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau mengalami kenaikan IPH 3,04%, yang juga dipengaruhi oleh kenaikan harga daging sapi dan daging ayam ras.

Kenaikan serupa juga terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung, yang didorong oleh naiknya harga daging sapi dan ayam ras.

Sementara di Pulau Jawa, lonjakan IPH tertinggi terjadi di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dengan kenaikan mencapai 3,07%. Tekanan harga di wilayah tersebut terutama berasal dari cabai rawit, daging ayam ras, dan daging sapi.

Wilayah lain yang juga mengalami kenaikan cukup tinggi antara lain Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dengan perubahan IPH 2,85%.

"Daging ayam ras, cabai rawit, dan juga sedikit di bawang merah," ungkap Ateng.

Di Jawa Timur, beberapa daerah seperti Ponorogo, Pasuruan, dan Malang juga mencatat kenaikan harga yang dipicu oleh cabai rawit dan daging ayam ras.

Sementara itu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mencatat kenaikan IPH 2,31% akibat meningkatnya harga cabai rawit dan daging ayam ras.

"Di Banten, di sini di Kabupaten Tangerang, di Jawa Barat di sini di Kabupaten Cirebon, sama terutama dipengaruhi kenaikan oleh di cabai rawit," tutur dia.

Secara nasional, BPS juga mencatat kenaikan harga beberapa komoditas di banyak wilayah.

Harga telur ayam ras tercatat naik di 230 kabupaten/kota, meningkat dari 210 daerah pada pekan pertama Maret. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp100.000 per kg di Kabupaten Intan Jaya.

Untuk cabai rawit, kenaikan harga terjadi di 199 kabupaten/kota, naik dari 177 daerah pada pekan sebelumnya. Harga tertinggi tercatat mencapai Rp200.000 per kg di Kabupaten Nduga.

Sementara itu, daging ayam ras mengalami kenaikan harga di 192 kabupaten/kota, dengan harga tertinggi juga mencapai Rp100.000 per kg di Intan Jaya.

Di sisi lain, minyak goreng berbagai kualitas terpantau naik di 112 kabupaten/kota, dengan harga tertinggi sekitar Rp60.000 per liter.

"Nah khusus untuk minyak goreng dan juga cabai rawit ini mohon menjadi perhatian bersama," kata Ateng.

Selain itu, kenaikan IPH juga tercatat pada daging sapi di 109 kabupaten/kota, serta beras di 107 kabupaten/kota.

Temuan ini menunjukkan tekanan harga pangan mulai meluas menjelang Lebaran, terutama pada komoditas protein hewani dan bahan pangan yang banyak digunakan masyarakat dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Lebaran.

Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)Foto: Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)
Materi paparan BPS dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (16/3/2026). (Tangkapan Layar YouTube/Kemendagri)

(dce) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Istana Ingatkan Harga Pangan Tak Aman, Komoditas Ini Paling Berisiko


Most Popular
Features