Internasional

3 Malapetaka Siap Menghantam AS, 200 Juta Orang Terancam

Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia
Senin, 16/03/2026 14:20 WIB
Foto: Burung-burung beristirahat di dekat Jembatan Gapstow di Central Park saat salju turun selama badai musim dingin di Kota New York, AS, 23 Februari 2026. (REUTERS/Jeenah Moon)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Serangkaian badai besar diperkirakan melanda Amerika Serikat (AS) dan berpotensi memengaruhi hampir 200 juta orang. Badai-badai tersebut membawa kombinasi salju lebat, angin kencang merusak, hingga badai petir yang dapat memicu tornado di sejumlah wilayah.

Lembaga prakiraan cuaca AccuWeather menyebut fenomena ini sebagai salah satu peristiwa cuaca paling berdampak di AS pada tahun ini. Sistem badai diperkirakan berkembang menjadi siklon bom yang memicu gangguan perjalanan luas akibat kombinasi hujan, salju, angin kencang, dan suhu dingin ekstrem.

"Kondisi cuaca buruk di sebagian wilayah Atlantik tengah dapat berubah-ubah pada hari Senin jika beberapa faktor atmosfer bergabung. Hal ini dapat menghasilkan salah satu peristiwa cuaca buruk awal musim yang paling berdampak dan berbahaya dalam satu dekade terakhir di wilayah tersebut," kata Kepala Meteorolog AccuWeather, Jonathan Porter, seperti dikutip The Guardian, Senin (16/3/2026).


Menurutnya, ancaman utama meliputi angin kencang yang merusak serta kemungkinan munculnya beberapa tornado, termasuk tornado kuat di sekitar wilayah metropolitan Washington, DC hingga Baltimore, Virginia, dan Carolina Utara.

Ancaman Meluas ke Pantai Timur

Badai diperkirakan bergerak dari wilayah lembah Mississippi, Tennessee, dan Ohio sejak Minggu sore, kemudian meluas ke Pegunungan Appalachian pada Senin pagi sebelum mencapai pantai timur.

Badan National Weather Service memperingatkan garis badai kuat dengan angin merusak akan melintasi sebagian besar wilayah timur AS pada Senin malam. Badai petir hebat dengan potensi tornado diperkirakan terjadi sepanjang hari di beberapa negara bagian Mid-Atlantic.

Wilayah dari Carolina Selatan hingga Maryland dinilai paling berisiko mengalami angin kencang pada Senin sore, termasuk kota Raleigh, Richmond, dan ibu kota negara. Risiko lebih rendah juga meluas hingga wilayah utara seperti New York City serta ke selatan sampai Florida.

Sementara itu, dari New York hingga New England selatan, hujan deras berpotensi menyebabkan banjir. Dalam beberapa kasus, curah hujan dapat mencapai sekitar 0,5 hingga 1 inci dalam waktu kurang dari satu jam, meningkatkan risiko banjir terutama di daerah perkotaan dengan sistem drainase buruk.

Salju Tebal Lumpuhkan Midwest

Di wilayah Midwest, badai salju telah menimbulkan dampak signifikan. Beberapa bagian Minnesota tenggara dan Wisconsin barat mencatat lebih dari 50 cm salju hingga Minggu sore.

Badai tersebut memicu gangguan transportasi udara. Lebih dari 600 penerbangan di Bandara Internasional Minneapolis-Saint Paul dibatalkan pada Minggu, menurut data situs pelacak penerbangan FlightAware. Puluhan penerbangan lain di Detroit juga dibatalkan.

Di beberapa wilayah Wisconsin hingga Semenanjung Atas Michigan, akumulasi salju bahkan diperkirakan bisa mencapai lebih dari 60 cm.

Aaron Haas, pengemudi truk pembersih salju di Wisconsin, mengatakan badai kali ini termasuk yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.

"Anda tidak bisa melihat apa pun saat berada di jalan raya di luar kota," ujarnya.

Warga setempat pun mulai bersiap menghadapi kemungkinan terisolasi selama beberapa hari. Jim Allen (45), warga Semenanjung Atas Michigan, mengatakan keluarganya sudah menimbun kebutuhan pokok.

"Pada dasarnya kami siap bertahan selama beberapa hari jika perlu," kata Allen.

Listrik Padam dan Kebakaran Hutan

Dampak cuaca ekstrem juga memicu pemadaman listrik di kawasan Great Lakes. Lebih dari 210.000 pelanggan listrik di enam negara bagian mengalami pemadaman hingga Minggu sore, menurut PowerOutage.us.

Di sisi lain, angin kencang di wilayah Nebraska turut memicu kebakaran hutan di area padang rumput dan lahan penggembalaan luas. Sekitar 30 anggota Garda Nasional dikerahkan untuk membantu memadamkan api.

Hingga Sabtu, tiga kebakaran terbesar telah membakar lebih dari 2.330 km² lahan. Gubernur Nebraska Jim Pillen juga mengimbau warga mematuhi perintah evakuasi setempat karena angin kencang diperkirakan terus terjadi.

Selain itu, peringatan angin kencang juga dikeluarkan untuk sebagian besar wilayah Nebraska dengan potensi hembusan mencapai sekitar 97 km/jam, bahkan saat hujan salju berlangsung.


(tfa/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bencana Hantam Amerika, KBRI Beri Peringatan ke WNI