RI Krisis Batu Bara untuk Listrik? Bahlil Ungkap Ini di Depan Prabowo

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 15:30 WIB
Foto: Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membantah isu yang menyebutkan Indonesia tengah mengalami krisis pasokan batu bara. Terutama untuk kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan pemerintah mendapat laporan yang menyebutkan pasokan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mulai menipis. Namun, menurutnya kondisi tersebut tidak benar.


Menurut Bahlil, ketersediaan batu bara di seluruh PLTU, baik milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP), saat ini rata-rata berada di level 14 hari. Angka tersebut masih berada dalam batas standar minimal nasional.

"Jadi ini juga mungkin jari-jari yang terlalu pintar memainkan kata-kata bahwa seolah-olah kita krisis batu bara itu mohon maaf Pak itu nggak benar," ujar Bahlil dikutip Senin (16/3/2026).

Selain itu, Bahlil mengatakan bahwa pihaknya juga telah mewajibkan seluruh perusahaan batu bara yang telah mendapatkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Oblogation (DMO) terlebih dahulu sebelum melakukan ekspor.

Ia pun menegaskan apabila kebutuhan batu bara dalam negeri tidak tercukupi, maka pemerintah tidak akan mengeluarkan izin ekspor bagi perusahaan yang tidak memenuhi ketentuan DMO.

"Sekarang perusahaan-perusahaan batu bara yang sudah memberikan RKAB kita mewajibkan untuk DMO. Kalau tidak Pak kalau kebutuhan nasional tidak tercukupi maka tidak kita keluarkan izin ekspor," kata Bahlil.


(ven) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Presiden-Menteri ESDM Bahas Percepatan Transisi Energi Nasional