Kapal Tanker Raksasa Dirudal Dekat Rusia, Putin Bereaksi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah kapal tanker minyak berbendera Yunani diserang oleh rudal atau drone di lepas pantai Laut Hitam Rusia pada Sabtu (14/03/2026) waktu setempat. Serangan terhadap kapal Maran Homer ini terjadi setelah sejumlah kapal pengangkut minyak mentah dan LNG (gas alam cair) di wilayah Laut Hitam serta Mediterania menjadi sasaran dalam beberapa bulan terakhir.
Menteri Urusan Maritim Yunani, Vassilis Kikilias mengungkapkan bahwa kapal Maran Homer yang membawa 24 pelaut dihantam tidak jauh dari pelabuhan Novorossiysk, Rusia, pada Sabtu tersebut. Kyiv telah menetapkan infrastruktur minyak dan gas Rusia di Laut Hitam dan sekitarnya sebagai target prioritas serangan.
Kikilias menyampaikan bahwa awak kapal tersebut terdiri dari sepuluh warga Yunani, 13 warga Filipina, dan satu warga Rumania, di mana tidak ada satu pun dari mereka yang mengalami luka-luka. Menurut kementerian terkait, kapal tanker itu baru saja meninggalkan pelabuhan Thessaloniki sebelum akhirnya dihantam oleh rudal atau pesawat tanpa awak (UAV) pada jarak 14 mil laut dari pesisir Rusia.
"Awak kapal termasuk sepuluh orang Yunani, 13 orang Filipina, dan satu orang Rumania, yang tidak satu pun menderita luka-luka dalam insiden tersebut," kata Kikilias sebagaimana dikutip media Yunani.
Pihak Maran Tankers Management Inc, perusahaan yang memiliki kapal tersebut, menyatakan bahwa Maran Homer sedang menunggu giliran untuk masuk ke Terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC). Kapal itu direncanakan untuk menerima muatan minyak mentah dari Kazakhstan, namun serangan tersebut menyebabkan kerusakan material pada bagian dek dan peralatan dek.
"Maran Homer diperkirakan akan memasuki Terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) di mana kapal tersebut akan menerima muatan minyak mentah Kazakh," tulis pernyataan resmi Maran Tankers Management Inc.
Kikilias mengecam keras tindakan tersebut dan menilai serangan terhadap kapal sipil milik Yunani sebagai perbuatan yang melanggar batas. Pemerintah Yunani menegaskan akan membawa masalah ini ke forum internasional sebagai bentuk keberatan resmi.
"Serangan terhadap kapal sipil berbendera Yunani dan milik Yunani tidak dapat diterima. Kami akan mengajukan protes di tingkat Dewan Eropa," tegas Kikilias.
Insiden ini menyusul kejadian serupa pada pekan lalu, di mana kapal tanker LNG Arctic Metagaz berbendera Rusia dihantam oleh perahu tanpa awak Ukraina di tengah laut Mediterania, lepas pantai Malta. Sebanyak 30 awak kapal Rusia berhasil diselamatkan oleh tim darurat dari Rusia dan Malta dalam kejadian tersebut.
PutinĀ Bereaksi
Presiden Rusia, Vladimir Putin memberikan pernyataan tegas atas serangan yang menimpa kapal-kapal pengangkut energi tersebut. Ia mengkategorikan insiden yang terjadi di wilayah perairan tersebut sebagai tindakan kriminal.
"Insiden itu merupakan serangan teroris," kata Putin.
Sebelumnya pada Januari 2026, perusahaan minyak negara Kazakhstan, KazMunayGas (KMG) melaporkan bahwa kapal tanker minyak Matilda berbendera Malta juga menjadi target drone Ukraina di Laut Hitam. Kapal tersebut sedianya ditugaskan untuk mengambil kargo di pelabuhan Novorossiysk sebagai bagian dari operasional konsorsium internasional CPC.
Proyek Caspian Pipeline Consortium itu sendiri sebagian dimiliki oleh raksasa minyak asal Amerika Serikat, Chevron dan ExxonMobil. Pada November 2025 lalu, drone laut Ukraina juga sempat mengganggu operasional proyek tersebut yang berdampak pada distribusi energi global.
(tps/sef) Add
source on Google