AS Luncurkan Rudal ke Kapal Tanker Tujuan Tetangga RI, Picu Kebakaran
Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan militer Amerika Serikat meluncurkan serangan rudal secara brutal ke arah kapal tanker minyak Marivex di lepas pantai tenggara Oman pada Senin, (08/06/2026). Gempuran udara dari jet tempur negara adidaya tersebut langsung memicu kebakaran hebat di ruang mesin kapal. Insiden menegangkan ini juga membuat kapal pembawa minyak tersebut mulai tenggelam di lautan.
Mengutip The Hindu, kapal tanker minyak yang mengibarkan bendera Palau itu mengangkut sebanyak 24 pelaut asal India. Seluruh kru kapal tersebut dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat melalui operasi penyelamatan darurat. Kapal Marivex sendiri sebelumnya telah dijatuhi sanksi oleh pemerintah Amerika Serikat pada Desember lalu karena memiliki hubungan dagang dengan pihak Iran.
Para pelaut yang terjebak di dalam kapal sempat mengirimkan pesan darurat berulang kali ke pusat serikat pekerja pelaut India. Mereka mengabarkan bahwa Angkatan Laut Amerika Serikat telah membombardir bagian belakang kapal secara membabi buta.
"Ini adalah Kapal Tanker Motor Marivex. Ada kebakaran di atas kapal. Kapal ini sedang tenggelam. Angkatan Laut AS menyerang ruang mesin kami dengan rudal. Kami mengalami kebocoran lubang di bagian bawah kapal," tegas para pelaut melalui pesan suara darurat kepada Sekretaris Jenderal Forward Seamen's Union of India atau FSUI Manoj Yadav.
Komando Pusat Amerika Serikat atau Centcom akhirnya memberikan konfirmasi resmi mengenai aksi penyerangan sepihak tersebut. Pihak militer Amerika Serikat berdalih bahwa kapal tanker tersebut telah melanggar aturan blokade wilayah yang sedang berlangsung.
"Pasukan AS melumpuhkan sebuah kapal tanker minyak kosong di Teluk Oman pada tanggal 8 Juni setelah kapal tersebut melanggar blokade yang berlangsung terhadap Iran dengan mencoba berlayar ke pelabuhan Iran," jelas Komando Pusat AS dalam pernyataan tertulisnya.
Centcom juga menambahkan bahwa jet tempur F/A-18 Super Hornet dari kapal induk USS Abraham Lincoln menembakkan amunisi presisi tinggi ke ruang kemudi kapal. Tindakan keras itu diambil setelah awak kapal Marivex dinilai gagal mematuhi arahan dari pasukan Amerika Serikat. Akibat gempuran udara tersebut pihak militer Amerika Serikat memastikan bahwa kapal Marivex kini tidak lagi berlayar menuju ke wilayah Iran.
Namun pesan darurat dari kru kapal menyatakan bahwa ada kapal perang Amerika Serikat di dekat mereka yang sama sekali tidak memberikan bantuan. Pusat Koordinasi Penyelamatan Maritim atau MRCC juga tidak memberikan respons cepat saat insiden kebakaran mulai meluas. Rekaman video memperlihatkan seorang pelaut menunjuk ke arah kapal perang yang hanya menonton di dekat lokasi kejadian.
Serangan rudal tersebut juga menghancurkan sekoci penyelamat yang berada di satu sisi kapal. Sementara itu sekoci di sisi lainnya sama sekali tidak dapat diakses oleh para kru karena kobaran api yang sudah terlanjur membesar.
Informasi mengenai serangan rudal ini pertama kali diterima oleh pihak Penjaga Pantai India melalui laporan kerabat salah satu pelaut. Otoritas penyelamatan India langsung membangun komunikasi darurat dengan Pusat Pencarian dan Penyelamatan Maritim Oman atau OMSC untuk mengevakuasi para korban.
Seluruh pelaut India akhirnya berhasil diselamatkan menggunakan helikopter setelah mereka berkumpul di ujung depan kapal demi menghindari kobaran api. Saat ini para kru kapal tersebut sudah berada di Pulau Masirah di Oman dalam kondisi selamat secara fisik.
"Semua dari mereka berada dalam kondisi syok berat dan sebagian besar dari mereka telah kehilangan telepon genggam mereka. Mereka diperkirakan akan tiba di India dalam dua hari ke depan," tutur Yadav mengenai kondisi psikologis terkini dari para korban selamat.
Direktur di Kementerian Pelabuhan dan Perkapalan India Opesh Kumar Sharma menolak memberikan komentar mengenai penyebab utama dari kebakaran hebat tersebut dalam sebuah konferensi pers.
"Vessel tersebut memiliki 24 pelaut India di atas kapal dan semuanya dilaporkan berada dalam kondisi aman," katanya.
Sharma juga menambahkan keterangan bahwa kapal tanker tersebut berada dalam kondisi kosong tanpa muatan minyak. Posisi kapal saat kejadian juga dipastikan berada jauh dari wilayah Selat Hormuz.
Berdasarkan data pelayaran internasional Equasis kapal Marivex merupakan salah satu armada yang sempat keluar dari Selat Hormuz pada tanggal 9 April yang lalu tepat saat gencatan senjata dideklarasikan. Kapal tersebut kala itu membawa pasokan minyak dari Bandar Abbas di Iran menuju ke wilayah Mangalore, India.
Sejak momen tersebut kapal Marivex terus beroperasi di dalam zona konflik laut. Situs pelacak maritim mencatat pelabuhan terakhir yang disinggahi oleh kapal ini adalah Karwar di Karnataka dan kapal tersebut sebenarnya sedang dijadwalkan menuju ke Duqm di Oman. Saat ini Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris telah menandai aksi penyerangan rudal oleh Amerika Serikat tersebut sebagai aktivitas yang sangat mencurigakan.
source on Google [Gambas:Video CNBC]