MARKET DATA
Internasional

Negara Kaya Eropa Ini Stagnasi! Cuma Tumbuh Nol, ke Depan Lebih Buruk

sef,  CNBC Indonesia
13 March 2026 21:50
The Unilever building is seen in London, Britain March 13, 2018. REUTERS/Peter Nicholls
Foto: Inggris (REUTERS/Peter Nicholls)

Jakarta, CNBC Indonesia -Ekonomi Inggris mengalami stagnasi pada Januari. Hal ini terlihat dari data Kantor Statistik Nasional, Jumat (13/3/2026).

Produk domestik bruto (PDB) menunjukkan pertumbuhan nol pada awal tahun setelah ekspansi PDB sebesar 0,1% pada bulan Desember. Ada kemungkinan kondisi yang lebih buruk di bulan-bulan mendatang karena konflik Timur Tengah menyebabkan harga minyak melonjak.

Menanggapi data hari Jumat, Menteri Keuangan Rachel Reeves mengakui masih banyak yang harus dilakukan untuk menumbuhkan ekonomi Inggris di dunia yang tidak pasti. Pada hari Senin, ia juga memperingatkan bahwa Inggris berisiko mengalami inflasi yang meningkat sebagai konsekuensi dari perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Data pertumbuhan Januari hampir seluruhnya dibayangi oleh peristiwa di Timur Tengah, dengan harga minyak terus naik meskipun cadangan darurat telah dikeluarkan dan kekhawatiran meningkat atas gangguan pasokan yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata analis Samuel Edwards dari perusahaan jasa keuangan Ebury, dimuat AFP.

"Dengan Inggris yang sangat terpapar guncangan inflasi ini, bisnis di seluruh negeri akan bersiap menghadapi lonjakan biaya energi dan bahan bakar serta suku bunga yang tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama," tambahnya.

Bank of England, yang sebelum dimulainya perang, secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga acuannya minggu depan, sekarang diperkirakan akan membekukan biaya pinjaman. Prediksi lain bahkan menyebut, bank sentral itu akan menaikkan suku bunga karena risiko inflasi.

"Dan pertumbuhan PDB lebih mungkin kehilangan momentum dalam beberapa bulan mendatang daripada mendapatkannya," kata Paul Dales, kepala ekonom Inggris di kelompok riset Capital Economics.

"Guncangan harga energi juga mengurangi pertumbuhan PDB," tambahnya.

(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ekonomi Inggris di Tepi Jurang, Pajak Tinggi Jadi Sorotan


Most Popular
Features