Sentil Pengamat, Prabowo Bawa Data-Data Intelijen

Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
Jumat, 13/03/2026 17:29 WIB
Foto: Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto menanggapi narasi-narasi pesimistis dari para analis atau pengamat yang menilai ekonomi Indonesia akan suram terdampak lonjakan harga minyak dunia akibat krisis Timur Tengah hingga tekanan kurs rupiah terhadap dolar AS. Hal ini terungkap saat menanggapi laporan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat Kabinet Paripurna di Istana, Jakarta, Jumat (13/3/2026)

"Ya ini pengamat-pengamat ada beberapa macem menurut saya, ada pengamat yang memang tidak suka, pemerintah sendiri berhasil karena berbagai motivasi tapi mereka itu ya menurut saya sikap itu yang sempit, bukan sikap yang patriotik mungkin karena merasa kalah tidak punya kekuasaan, kemudian atau ada pihak yang hilang rezeki terutama maling-maling koruptor, ya merasa rugi dong dengan pemerintah kita," ungkap Prabowo.

Ia menegaskan sudah paham siapa di balik dari pihak-pihak yang membangun narasi bahwa kondisi Indonesia akan suram dari dampak krisis di Timur Tengah, khususnya lonjakan harga minyak.


"Kita mau tertibkan ya saya juga punya data intelijen, kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya tiap hari dapat laporan intel saya ngerti lah siapa yang biayai-biayai," katanya.

Prabowo mengatakan para pengamat-pengamat yang menebarkan narasi negatif dan membuat masyarakat resah, pada waktunya akan kena batunya.

"Pada saatnya kita tertibkan itu semua tapi sekarang saya masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan saya percaya evidence based, dengan bukti rakyat kita akan mengerti, jadi pengamat-pengamat menurut saya ada yang motivasinya ingin menimbulkan kecemasan rakyat," katanya.


(hoi/hoi) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Pusat Kebudayaan Rusia di Serang-Aktivitas Ekonomi RI di Tekan