Bahlil Imbau Masyarakat Hemat Konsumsi Energi-Pakai Kendaraan Umum

Firda Dwi Muliawati, CNBC Indonesia
Kamis, 12/03/2026 14:30 WIB
Foto: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/11/2025). (CNBC Indonesia/Emir Yanwardhana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi dengan bijak, khususnya di tengah gejolak pasokan minyak dan gas bumi dunia akibat konflik di kawasan Timur Tengah saat ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta masyarakat untuk menghemat konsumsi energi di tengah situasi yang serba tidak pasti ini.

"Kita membutuhkan dukungan dari masyarakat, kenapa? Kalau yang tidak penting untuk dipakai, jangan. Contoh listrik. Kalau memang nggak butuh semuanya dinyalain, matiin, hemat. Kalau memang AC, jangan. Di samping kalian juga bayar mahal, kan itu subsidi juga. Kan energi yang kita pakai," ungkapnya dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, dikutip Kamis (12/3/2026).


Pihaknya juga meminta masyarakat yang bepergian untuk menggunakan kendaraan umum. Hal itu juga sebagai upaya efisiensi konsumsi energi dalam negeri.

"Kalau memang bisa pakai angkutan umum, jangan pakai mobil pribadi. Ya istilahnya saya pun sekarang kadang-kadang saya kalau memang tujuannya hanya ke kantor, ya nggak usah jalan ke mana-mana. Ya kalau cuma ini ya pandai-pandailah berhemat-hemat lah. Hemat pangkal kaya. Boros pangkal susah," imbuhnya.

Asal tahu saja, beberapa negara tetangga RI sudah memberlakukan kebijakan penghematan energi, seperti di Thailand, Filipina dan Vietnam.

Thailand

Pemerintah Thailand meminta pegawai negerinya untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan sebagai bagian dari langkah penghematan energi nasional.

Selain itu, otoritas juga meminta kantor-kantor pemerintah menaikkan pengaturan suhu pendingin ruangan menjadi 26 derajat Celsius untuk mengurangi konsumsi listrik.

"Pemerintah ingin semua sektor menggunakan sumber daya secara bijak dan efektif," kata pemerintah Thailand dalam sebuah pernyataan resmi, dilansir AFP.

Pemerintah juga meminta para pejabat untuk menghindari perjalanan ke luar negeri selama periode ketidakpastian energi ini.

Langkah-langkah tersebut diambil setelah pemerintah Thailand pekan lalu memastikan telah mengamankan pasokan minyak yang cukup untuk sekitar dua bulan ke depan.

Namun untuk menjaga cadangan energi, Thailand juga memutuskan menghentikan sementara ekspor minyak.

Filipina

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. telah mengumumkan penerapan sistem kerja empat hari seminggu di sejumlah kantor cabang eksekutif Filipina mulai 9 Maret.

Marcos mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menghemat energi dan menekan konsumsi bahan bakar, seiring melonjaknya harga minyak global setelah konflik yang meletus di kawasan penghasil minyak.

"Dari pihak pemerintah, mulai Senin, 9 Maret, kami akan menerapkan sementara sistem kerja empat hari seminggu di beberapa kantor cabang eksekutif. Ini tidak termasuk kantor-kantor yang menyediakan layanan darurat atau layanan penting, seperti kepolisian, pemadam kebakaran, dan kantor-kantor yang menyediakan layanan garda terdepan kepada masyarakat," kata Marcos, dilansir Inquirer.

Ia juga memerintahkan seluruh instansi pemerintah untuk melakukan penghematan energi secara signifikan.

"Selain itu, saya mengarahkan semua instansi pemerintah untuk menghemat dan mengurangi konsumsi listrik serta pengeluaran bahan bakar minyak sebesar 10 hingga 20 persen," ujarnya.

Selain mengurangi hari kerja, Marcos juga melarang sementara perjalanan dinas dan aktivitas pemerintah yang dianggap tidak mendesak, termasuk rapat yang sebenarnya bisa dilakukan di dalam kantor.

Sejumlah lembaga pemerintah bahkan sudah mulai menyiapkan langkah tambahan. Mulai 13 Maret, Departemen Perdagangan dan Industri Filipina akan mengalihkan operasional kantor-kantornya di Kota Makati ke sistem kerja jarak jauh.

Untuk sektor swasta, pengaturan kerja alternatif sebenarnya telah dimungkinkan melalui Undang-Undang Telecommuting yang disahkan pada 2018.

Vietnam

Sementara itu di Vietnam, pemerintah mengambil langkah berbeda, yakni dengan menghapus bea masuk untuk sejumlah produk minyak impor.

Kebijakan yang mulai berlaku pada Senin tersebut dimaksudkan untuk mencegah potensi kekurangan bahan bakar sekaligus menstabilkan pasar domestik.

Pemerintah Vietnam juga mendorong perusahaan agar mengizinkan karyawan bekerja dari rumah jika memungkinkan.

Menurut pernyataan pemerintah di situs resminya, langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi konsumsi bahan bakar.

Selain itu, pemerintah di Hanoi juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, bersepeda, atau berbagi kendaraan.

Meski berbagai langkah telah diambil, dampak gejolak energi tetap terasa di Vietnam.

Harga bensin tanpa timbal di negara tersebut melonjak lebih dari 20% sejak perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dimulai lebih dari sepekan lalu.

Lonjakan harga itu memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar.

Di ibu kota Hanoi, ribuan pengendara sepeda motor terlihat mengantre untuk membeli bensin pada Selasa.

Sejauh ini Vietnam masih mampu menghindari kekurangan bahan bakar secara luas.

Namun media pemerintah melaporkan bahwa puluhan stasiun pengisian bahan bakar skala kecil mulai menutup operasional sementara atau mengurangi jam layanan karena pasokan yang semakin menipis.


(wia) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Bahlil Minta Warga RI Jangan Panic Buying, Harga BBM Gak Naik!