MARKET DATA

RI Mau Bangun Proyek Tangki Minyak, Bahlil: Sudah Ada Investornya

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
11 March 2026 19:10
Stok BBM RI Cuma 20 Hari,  Negara Maju Ada yang 11.111 Hari
Foto: Infografis/Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Negara Maju Ada yang 11.111 Hari/Aristya Rahadian

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan bahwa rencana pembangunan tangki minyak baru di Indonesia sudah dibidik oleh investor. Sejatinya, Indonesia berencana menambah kapasitas storage atau tangki minyak menjadi 3 bulan dari yang ada saat ini hanya 21-25 hari.

Bahlil mengatakan, pembangunan storage tersebut tidak bisa hanya bergantung pada anggaran negara (APBN). Dari keseluruhan aktivitas perekonomian Indonesia, kontribusi APBN hanya sekitar 16%, sementara sebagian besar lainnya berasal dari sektor swasta. Karena itu, pemerintah perlu melibatkan pihak swasta untuk ikut berinvestasi.

"Ini sudah ada investornya. Mohon maaf, kita membangun negara ini, total GDP kita itu kontribusi daripada APBN itu tidak lebih dari 16%. Selebihnya itu swasta. Jadi kita harus menggandeng swasta juga untuk di samping kita suruh dia bangun tidak pakai dana APBN," kata Bahlil dalam Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, perusahaan seperti Pertamina atau perusahaan lain yang membutuhkan pasokan minyak, misalnya untuk kilang pengolahan menjadi bahan bakar minyak (refinery), bisa mengambil minyak dari storage baru tersebut.

Nantinya, transaksinya direncanakan menggunakan rupiah. Tujuannya, agar Indonesia tidak perlu mengeluarkan devisa ke luar negeri, sehingga cadangan devisa negara bisa lebih terjaga.

"Supaya apa? Devisa kita tidak keluar. Jadi negara tidak lagi mengeluarkan devisa," tambahnya.

Kendati demikian, pemerintah juga memberi ruang kepada pihak swasta yang membangun storage tersebut untuk membeli minyak mentah dari luar negeri. Minyak itu kemudian disimpan dan dipasarkan di dalam negeri. Hal ini dimungkinkan karena kebutuhan minyak Indonesia terhitung besar.

"Tetapi pihak swasta yang membangun storage itu kemudian dia juga kita kasih ruang untuk bisa membeli crude dari luar, tapi market cap-nya ada di dalam negeri. Kenapa? Karena kita punya butuh 1 juta barel per day. Jadi peluang kita, kita kasih sebagai sweetener kepada pihak swasta untuk dia melakukan investasi," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, pada pertengahan 2025 lalu Bahlil yang juga sekaligus Ketua Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi, secara resmi menyerahkan dokumen studi pra-kelayakan untuk proyek hilirisasi dan ketahanan energi nasional kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil mengungkapkan setidaknya terdapat sebanyak 18 proyek yang telah siap masuk tahap pra-kelayakan. Adapun total nilai investasi dari 18 proyek ini mencapai US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,3 triliun.

"Kami sudah ada sekitar 18 proyek yang sudah siap pra FS-nya Pak Kepala Danantara dengan total investasi sebesar US$ 38,63 miliar atau setara dengan Rp 618,3 triliun. Ini di luar ekosistem baterai mobil khusus yang kita akan bangun sesuai dengan arahan Bapak Presiden dalam ratas," kata Bahlil dalam Konferensi Pers, Selasa (22/7/2025).

Bahlil memerinci bahwa dari 18 proyek tersebut, terdiri dari delapan proyek hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, dua proyek tentang hilirisasi energi, dua proyek ketahanan energi, tiga proyek hilirisasi pertanian, serta tiga proyek hilirisasi kelautan dan perikanan.

Dari 18 proyek hilirisasi tersebut, termasuk di dalamnya ada proyek kilang minyak dan tangki (storage) minyak dengan kebutuhan investasi diperkirakan mencapai Rp 232 triliun. Itu terdiri dari proyek kilang senilai Rp 160 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 44.000 tenaga kerja, dan proyek tangki minyak senilai Rp 72 triliun dengan serapan tenaga kerja 6.960.

Adapun, proyek pembangunan kilang dan tangki minyak nantinya akan tersebar di 18 wilayah, antara lain di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung (Bali), Bima, Ende, Makassar, Dongala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara, Fakfak.

(wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Gambarkan Kondisi Terkini Suplai BBM di Wilayah Banjir Sumatra


Most Popular
Features