MARKET DATA

Pengalihan dari Arab Cs, Impor LPG RI dari AS Akan Melonjak Jadi 70%

Verda Nano Setiawan,  CNBC Indonesia
12 March 2026 08:50
Foto : REUTERS/Lucas Jackson/
Foto: REUTERS/Lucas Jackson/

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa impor LPG Indonesia dari Amerika Serikat akan melonjak menjadi 70%. Hal tersebut seiring dengan strategi pemerintah dalam mendiversifikasi sumber pasokan energi di tengah ketidakpastian global.

Menurut Bahlil, sebelumnya mayoritas impor LPG Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Namun pemerintah mulai mengalihkan sumber pasokan ke Amerika Serikat untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan impor minyak mentah dan produk minyak pada satu kawasan tertentu.

"Sekarang kita alihkan impor LPG kita 70% dari Amerika. Jadi nggak perlu harus ada rasa cemas. Pemerintah itu, mohon maaf atas perintah Bapak Presiden Prabowo, kami itu nggak tidur. Mencari akses terus, mencari jalan terus. Ya di samping kita puasa, kita nggak tidur, badan turun nih. Mikirin BBM nasional itu bukan cara berpikir abuleke," kata Bahlil dalam Podcast Bukan Abuleke, dikutip Kamis (12/3/2026).

Sebelumnya, Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengingatkan pemerintah agar segera mengantisipasi risiko gangguan distribusi energi, khususnya LPG yang menyangkut kebutuhan dasar rumah tangga.

Menurut Komaidi, selain minyak, risiko yang tak kalah penting adalah pasokan LPG. Konsumsi LPG dalam negeri mencapai sekitar 9 juta metrik ton per tahun, sementara produksi domestik baru sekitar 1,8 juta metrik ton.

"LPG ini konsumsi dalam negeri per tahun adalah 9 juta metrik ton. Sementara produksi domestik baru 1,8 juta metrik ton berarti ada 7,2 juta metrik ton yang harus kita impor per tahun itu sumbernya nya dari dua lokasi utama," kata Komaidi kepada CNBC Indonesia, Selasa (3/3/2026).

Setidaknya, sekitar 52% impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat dan sisanya 48% dari Timur Tengah. Sementara, saat ini dua-duanya sedang terlibat dalam konflik regional dengan eskalasi yang cukup serius.

(wia) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Sebut Impor Minyak dari AS Mulai Jalan di Desember


Most Popular
Features