MARKET DATA

Mendagri Imbau Masyarakat Jangan Panic Buying BBM hingga Sembako

haa,  CNBC Indonesia
11 March 2026 14:55
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menyampaikan paparan dalam LIVE: Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendag RI)
Foto: Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat menyampaikan paparan dalam LIVE: Taklimat Presiden RI pada Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, Sentul, Senin (2/2/2026). (Tangkapan Layar Youtube/Kemendag RI)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying terhadap kebutuhan pokok seperti bahan bakar minyak (BBM) dan beras, di tengah isu kenaikan harga barang yang beredar menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Imbauan itu disampaikan Mendagri, terkait kekhawatiran publik terhadap potensi kelangkaan pasokan dan lonjakan harga pada momen hari besar keagamaan nasional tersebut. Mendagri memastikan, stok kebutuhan pokok masyarakat dalam kondisi aman dan mencukupi.

Pemerintah mencatat stok beras nasional saat ini mencapai empat juta ton, sementara pasokan BBM juga tersedia dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama periode Ramadhan hingga Lebaran.

"Jadi masyarakat tak usah panic buying, karena justru akan mengganggu rantai pasok makanan. Pemerintah telah memiliki skema untuk mengatasi persoalan harga dan pasokan kebutuhan pokok," kata Mendagri melalui keterangan resmi, usai memimpin rapat koordinasi bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia di Aula Wan Seri Beni, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), dikutip dari InfoPublik Komdigi, Rabu (11/3/2026).

Lebih lanjut, Tito juga meminta masyarakat tidak perlu terlalu khawatir terhadap angka pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 yang tercatat sebesar 4,7 persen.

"Tahun lalu tarif listrik disubsidi, tapi sekarang harganya kembali stabil. Sementara perhitungan ekonomi kita, masih menggunakan harga listrik subsidi," ujar Mendagri.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Mendagri menginstruksikan seluruh gubernur, bupati, dan wali kota, khususnya di wilayah Kepri, untuk segera menggelar rapat internal guna memastikan kesiapan pasokan pangan dan energi di daerah masing-masing.

Menurut Tito, langkah antisipatif itu penting untuk menjaga kelancaran rantai pasok agar tidak terjadi gangguan distribusi yang dapat merugikan konsumen.

"Kepala daerah segera rapat dan berkoordinasi bersama distributor serta pengusaha terkait kesiapan pasokan pangan," ujarnya.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina, mengungkapkan informasi mengenai kapasitas cadangan operasional BBM tersebut perlu dijelaskan secara komprehensif kepada masyarakat agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berujung pada panic buying di sejumlah daerah.

Politisi Fraksi PKS ini menegaskan bahwa komunikasi publik yang tidak utuh dapat memicu kekhawatiran yang berlebihan.

"Ketika masyarakat mendengar bahwa stok BBM hanya tersedia untuk sekitar tiga minggu, sebagian orang langsung menganggap akan terjadi kelangkaan. Padahal yang dimaksud adalah kapasitas cadangan operasional di tangki penyimpanan nasional, bukan berarti pasokan BBM akan habis dalam waktu tersebut," ujar Nevi

Dia menjelaskan bahwa fenomena panic buying biasanya dipicu oleh beberapa faktor, antara lain ketidakpastian informasi, psikologi massa, serta kekhawatiran terhadap situasi geopolitik global. Ia menilai bahwa eskalasi konflik internasional juga sering memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

"Sering kali rasa takut masyarakat lebih besar daripada kondisi sebenarnya. Ketika sebagian orang mulai menimbun BBM, masyarakat lain ikut melakukan hal yang sama. Inilah yang kemudian memicu antrean panjang di SPBU dan mengganggu distribusi," jelasnya.

Nevi menambahkan bahwa panic buying justru dapat menciptakan kelangkaan buatan atau artificial scarcity. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu sistem distribusi energi nasional dan bahkan mendorong kenaikan harga di tingkat masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik yang cepat, terbuka, dan berbasis data. Selain itu, stabilitas distribusi dari kilang ke depo hingga ke SPBU harus dijaga agar pasokan tetap lancar di seluruh wilayah.

"Pengawasan terhadap potensi penimbunan dan penyalahgunaan BBM juga harus diperketat, terutama dalam situasi yang rentan memicu spekulasi," tegasnya.

(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Heboh Panic Buying Perak Melanda India, Ada Apa?


Most Popular
Features