Harga BBM RI Gak Naik, Prabowo Mau Tambah Anggaran Subsidi

Verda Nano Setiawan, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 11:50 WIB
Foto: Dokumentasi Sekretariat Kabinet

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Bahkan, Presiden RI Prabowo Subianto berencana menambah anggaran subsidi untuk menjaga stabilitas harga energi di tengah lonjakan harga minyak dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan keputusan tersebut telah dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden. Pemerintah memutuskan harga BBM tidak akan dinaikkan setidaknya hingga Hari Raya Idulfitri.

Bahlil mengatakan pemerintah akan hadir dengan menambah anggaran subsidi agar tidak terjadi kenaikan harga. Mengingat, di dalam APBN, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dipatok sebesar US$70 per barel, sementara saat ini harga minyak telah mencapai sekitar US$100 per barel.


"Satu lagi saya kemarin baru rapat dengan Presiden di Ratas, tidak ada kenaikan BBM sampai Hari Raya Idulfitri selesai. Negara akan hadir dengan cara menambah anggaran subisidi," kata Bahlil dalam sebuah Podcast, dikutip Rabu (11/3/2026).

Oleh sebab itu, ia pun meminta masyarakat untuk tidak melakukan panic buying bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global akibat konflik yang terjadi di timur tengah.

Menurut dia, pemerintah memastikan pasokan energi tetap aman dan harga BBM maupun LPG tidak akan mengalami kenaikan harga.

"Saya mohon kepada saudara-saudara saya tidak perlu panic buying. Insya allah BBM kita LPG kita negara akan hadir," kata Bahlil.

Sebagaimana diketahui,Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan beberapa menteri anggota Kabinet Merah Putih di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/3/2026). Pertemuan tersebut untuk membahas langkah-langkah strategis nasional dan persiapan jelang Hari Raya Idulfitri.

Dilansir akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Selasa (10/3/2026), terlihat hadir antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Kemudian Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pertemuan strategis ini difokuskan pada dua agenda utama pemerintah, yaitu yang pertama progres swasembada.

"Mengevaluasi perkembangan program swasembada pangan dan swasembada energi serta minyak," tulis @sekretariat.kabinet.

Kedua, kesiapan Idulfitri. "Memastikan ketersediaan bahan pangan dan pasokan LPG menjelang Hari Raya Idulfitri," tulis @sekretariat.kabinet.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Harga BBM Bisa Naik Gegara Perang - Try Sutrisno Meninggal Dunia