Internasional

Trump Gagal Total, Iran Ejek Perang AS "Epic Fury" Jadi "Epic Mistake"

sef, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 10:05 WIB
Foto: REUTERS/Umit Bektas

Jakarta, CNBC Indonesia - Iran mengejek perang yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi bahkan memelintir nama operasi militer AS terhadap Iran "Operasi Epic Fury" menjadi "Operasi Epic Mistake (kesalahan epik)" dalam sebuah unggahan di X.

"Operasi Epic Mistake," tulisnya, dilihat Rabu (11/3/2026).


"Pada hari kesembilan 'Operasi Epic Mistake', harga minyak telah berlipat ganda, dan semua barang dengan cepat menjadi lebih mahal," tambahnya.

"Kita tahu AS sedang merencanakan serangan terhadap fasilitas minyak dan nuklir kita, berharap untuk menahan guncangan inflasi yang sangat besar. Iran sepenuhnya siap. Dan kita juga memiliki banyak kejutan," tulis Araghchi lagi.

Serangan AS-Israel ke Iran yang berujung ke penutupan Selat Hormuz memang membuat harga bensin berjangka AS naik ke level tertinggi sejak 2022. Meskipun begitu, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa dampaknya terhadap biaya hidup warga Amerika akan terbatas menjelang pemilihan paruh waktu (Pemilu Sela) November.

Sebelumnya, Operasi Epic Fury merujuk serangan 36 jam AS ke Iran pada 28 Februari. Serangan itu menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Serangan dimulai pada 28 Februari pukul 09.45 waktu Teheran dan menghantam lebih dari 1.000 sasaran strategis hanya dalam 24 jam pertama. Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM) menyebut Operasi Epic Fury sebagai konsentrasi kekuatan udara terbesar AS di Timur Tengah sejak invasi Irak pada 2003.


(sef/sef) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Trump Sebut Perang Iran Segera Berakhir & Harga Minyak Turun