Jenderal Iran Ancam Trump: Hati-Hati Bisa 'Dieliminasi'
Jakarta, CNBC Indonesia - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengancam Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Ini setelah Trump memperingatkan Iran agar tidak menghentikan aliran minyak melalui Selat Hormuz.
"Bangsa Iran yang berkorban tidak takut dengan ancaman kosong Anda," tulis Sekretaris Ali Larijani di platform media sosial X dalam sebuah unggahan yang diterjemahkan oleh Associated Press (AP).
"Bahkan mereka yang lebih besar dari Anda pun tidak dapat melenyapkan Iran," tegasnya.
"Hati-hati jangan sampai Anda sendiri yang dieliminasi."
Pernyataan Larijani menanggapi komentar Trump pada hari Senin di Truth Social. Sebelumnya Trump mengatakan "jika Iran melakukan sesuatu yang melampaui aliran minyak di Selat Hormuz, Amerika akan menghantamnya 20 kali lebih keras".
"Selain itu, kami akan menghancurkan target yang mudah dihancurkan yang akan membuat Iran hampir tidak mungkin untuk dibangun kembali sebagai sebuah Bangsa - Kematian, Api, dan Amarah akan berkuasa atas mereka - Tetapi saya berharap, dan berdoa, agar itu tidak terjadi!" Kata Trump.
"Ini adalah hadiah dari Amerika Serikat untuk China, dan semua negara yang banyak menggunakan Selat Hormuz. Semoga ini adalah isyarat yang akan sangat dihargai," ujarnya.
Tekanan Larijani muncul setelah Iran melancarkan serangan baru terhadap Israel, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Kuwait, dan Bahrain pada hari Selasa, menargetkan kepentingan AS. Di Bahrain, serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal menewaskan seorang wanita berusia 29 tahun dan melukai delapan lainnya.
Perlu diketahui, Harga bensin melonjak setelah operasi militer gabungan AS-Israel di Iran yang dimulai pada 28 Februari. Konflik tersebut menyebabkan penutupan Selat Hormuz, yang terletak di antara Oman dan Iran dan menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Mengutip hormuzstraitmonitor, hanya dua kapal melewati selat tersebut dalam 24 jam terakhi. Padahal selama ini, rata-rata biasanya sekitar 60 kapal yang masuk perairan itu.
Pada hari Selasa, 157 kapal terdampar di sana. Termasuk 98 kapal tanker minyak dan 34 kapal pengangkut barang curah.
Sebelumnya, Trump berpendapat bahwa lonjakan harga minyak adalah "harga yang sangat kecil untuk dibayar" untuk menghilangkan ancaman nuklir Iran yang diduga. Tetapi hal ini membuat para anggota parlemen khawatir.
Ini seiring dimulainya musim semi dan musim panas di AS dan semakin banyak warga Amerika yang bepergian. Harga bensin akan berdampak pada dompet masyarakat di tengah kekhawatiran tentang keterjangkauan.
Ini pun menimbulkan kritikan di dalam AS sendiri. Senator Lisa Murkowski (R-Alaska) mengkritik pemerintah karena tampaknya tidak mempertimbangkan harga energi sebelum serangan awal bulan lalu.
"Demi Tuhan, apakah Anda mengatakan kepada saya bahwa Anda tidak merencanakan ini?" katanya kepada Punchbowl News minggu lalu.
"Saya mulai berpikir mereka tidak merencanakan ini."
(sef/sef) Add
source on Google