Pasar Tanah Abang Ramai Manusia, Pedagang: Tak Sesesak-Selaris Dulu
Jakarta, CNBC Indonesia - Aktivitas jual beli di Pasar Tanah Abang terlihat ramai dipadati pengunjung yang berburu pakaian menjelang Lebaran.
Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026), sejumlah pembeli tampak berkerumun di depan lapak-lapak yang menawarkan berbagai jenis pakaian gamis dan baju muslim. Tumpukan pakaian memenuhi meja-meja penjualan, sementara pengunjung sibuk memilih barang, menawar harga, hingga bertransaksi.
Di beberapa kios, deretan manekin dipajang di etalase toko mengenakan berbagai model gamis yang sedang tren. Salah satu yang paling banyak dipajang pedagang adalah model gamis yang belakangan populer disebut sebagai gamis "bini orang", yakni busana dengan potongan longgar dan cenderung bertumpuk yang dianggap elegan. Model tersebut menjadi salah satu incaran pembeli, terutama untuk busana Lebaran tahun ini.
Keramaian juga terlihat di lorong-lorong pusat grosir tersebut. Pengunjung berjalan hilir mudik menyusuri setiap kios yang menjual berbagai jenis pakaian, mulai dari busana dewasa hingga anak-anak. Beberapa keluarga tampak datang bersama anak-anak mereka untuk berbelanja, sementara pedagang terlihat tengah merapikan lipatan maupun tumpukan barang dagangan di tengah arus pengunjung yang datang silih berganti.
Di sisi lain, aktivitas distribusi barang juga berlangsung sibuk. Sejumlah pekerja terlihat mengangkut bal-balan pakaian dalam jumlah besar menuju dan/atau keluar dari area toko, menggunakan troli maupun dipikul secara manual. Tumpukan karung berisi pakaian yang baru datang maupun siap dikirim itu diturunkan di depan pintu masuk pusat perbelanjaan, menandakan pasokan barang terus mengalir masuk dan keluar untuk memenuhi permintaan pasar menjelang Lebaran.
Belum kembali seperti sebelum Covid-19
Meski demikian, sejumlah pedagang menilai keramaian yang terjadi saat ini belum sebanding dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya, terutama sebelum pandemi Covid-19. Jika dulu menjelang Lebaran lorong-lorong pasar bisa dipadati pengunjung hingga sulit dilalui, kini situasinya dinilai masih jauh dari puncak keramaian tersebut.
"Ya alhamdulillah ramai kalau mau Lebaran. Sudah ramai dari sebelum puasa. Tapi puncaknya itu minggu kemarin, kalau sekarang orang sudah mulai fokus buat mudik," ujar Rosita, salah seorang pedagang di Pasar Tanah Abang, saat ditemui CNBC Indonesia di lokasi.
Namun, menurutnya, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelum pandemi, capaian penjualan saat ini masih jauh tertinggal.
"Ya jauh kalau itu. Jauh banget apalagi kalau ketimbang sebelum Covid. Ibarat dulu mungkin omzetnya bisa 120% atau kalau lagi ramai banget bisa 200% ya kalau mau Lebaran gini. Sekarang mah paling juga 70%, bagus-bagus 80%," katanya.
Ia juga menilai tingkat keramaian pengunjung tidak lagi seperti dulu ketika musim belanja Lebaran tiba.
"Nggak begitu (ramai) ya. Normalnya kan kalau mau Lebaran gini bejubel orang sampai nggak bisa jalan, sekarang (lengang). Maksudnya ya sepi engga, tapi kalau ramainya dibanding dulu ya jauh," ucap dia.
Keluhan serupa juga disampaikan pedagang baju muslim lainnya, Nira. Ia menilai kondisi Pasar Tanah Abang saat ini tidak lagi seramai beberapa tahun lalu.
"Sepi ya, nggak seramai dulu. Tetap ada orang yang datang beli, tapi gak kayak dulu. Paling yang datang sekarang tuh orang-orang yang kalau beli harus lihat-lihat model dan pegang bahan. Kalau yang nggak perlu begitu kan mereka bisa beli saja di online. Apalagi sekarang sudah ada live gitu kan, jadi pembeli bisa beli dari rumah," kata Nira.
Iie, pedagang pakaian muslim lainnya, menilai penjualan menjelang Lebaran tahun ini juga belum menunjukkan lonjakan signifikan seperti biasanya.
"Biasanya malah kalau masuk pertengahan Ramadan tu pasar mulai ramai benar. Tapi kini masih biasa-biasa saja. Kadang seharian laku cuma beberapa potong. Kayaknya minggu-minggu kemarin tu banyak orang dari daerah datang, mungkin untuk dijual balik di kampungnya," ujarnya.
Secara keseluruhan, kondisi Pasar Tanah Abang menjelang H-10 Lebaran memang mulai menunjukkan peningkatan aktivitas belanja. Namun, bagi para pedagang, keramaian yang terlihat saat ini masih belum mampu menyamai geliat pasar pada masa sebelum pandemi.
Meski pengunjung tetap berdatangan, menurut sejumlah pedagang, lonjakan pembeli yang biasanya membuat lorong-lorong pasar penuh sesak menjelang Lebaran, kini belum sepenuhnya kembali.
Foto: Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) |
source on Google [Gambas:Video CNBC]
Foto: Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)