Perang Timteng Meletus, Prabowo: Jangan Kita Bicara yang Manis-Manis
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa situasi global saat ini 'dihantui' berbagai konflik yang terjadi di kawasan. Sehingga menurutnya penting bagi pejabat negara tidak hanya menyampaikan hal-hal yang terdengar baik, tapi juga jujur terhadap bahaya yang terjadi.
Pasalnya perang meletus di banyak wilayah mulai dari Eropa, dan Timur Tengah. Hal ini diungkapkan Prabowo saat, peresmian 218 jembatan bailey, armco, dan perintis, di seluruh Indonesia, secara virtual, Senin (9/2/2026).
"Ini harus kita akui. Janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya," kata Prabowo, dalam sambutannya.
"Di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraina. Sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena," tambahnya.
Menurutnya Indonesia memiliki letak geografis yang jauh dari wilayah itu. Namun menurutnya hal itu bisa memberikan pengaruh kepada kondisi di dalam negeri.
"Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil. Apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain," imbuh dia.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah berada di jalan yang benar, karena tidak memihak pada kubu manapun. Pandangan diplomasi negara akan terus menghormati semua kekuatan dan semua negara, yang membuat Indonesia saat ini menikmati kondisi damai.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa saat ini bangsa banyak menghadapi kendala dan kekurangan. Namun menurutnya kekurangan itu berasal sebagian dari para pejabat, birokrat, dan petugas.
"Saudara-saudara sekalian, kita menyadari bahwa bangsa ini masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para petugas. Di satu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, di lain pihak masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara," kata Prabowo.
(emy/wur) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]