Warga RI Ada Aja yang Beli Lingerie Bekas Impor, Alasannya Tak Terduga

Chandra Dwi Pranata, CNBC Indonesia
Senin, 09/03/2026 18:35 WIB
Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Jakarta, CNBC Indonesia - Tak hanya celana dalam dan bra yang tersedia impor bekasnya di Pasar Senen, tetapi juga ada lingerie bekas impor, meski dijual tidak sebanyak bra dan celana dalam impor. Seperti halnya pakaian impor bekas lainnya, lingerie impor bekas juga memiliki perbedaan antara buatan lokal dan lebih baru.

Perbedaan mulai dari harga, desain, dan kualitas pun berbeda antara lingerie impor bekas dengan lokal baru. Pedagang mengungkapkan perbedaan mencolok ada di desain, di mana impor bekas biasanya lebih bervariasi ketimbang buatan lokal.

Salah satunya Neri, penjual pakaian dalam bekas di Pasar Senen mengungkapkan lingerie impor bekas lebih banyak desainnya.


"Kalau impor bekas itu lebih bervariasi desainnya, enggak itu-itu saja, jadi pembeli bisa lihat-lihat dulu, kalau menarik, ya dibeli," kata Neri saat ditemui CNBC Indonesia, Senin (9/3/2026).

Selain itu, harganya yang jauh lebih murah juga menjadi daya tarik pembeli.

"Kalau yang impor bekas, di toko kami ya paling mahal Rp75.000, enggak ada yang sampai di atas Rp100.000. Kalau lokal kan sudah pasti ada," lanjutnya.

Berikutnya, biasanya lingerie impor yang dijual merupakan merek bergengsi seperti Victoria Secret, Wacoal, dan La Perla.

"Mereknya itu yang dicari biasanya, sudah bermerek, murah lagi, jadi di mana lagi yang seperti itu," ujarnya.

Sementara penjual lain, yakni Mamang mengungkapkan seperti halnya pakaian dalam lainnya, yakni keunikan desain dan harganya.

"Kalau impor bekas itu unik desainnya, yang tidak dapat ditemui di produksi lokal," kata Mamang.

Foto: (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)
Lingerie bekas asal Korsel dan Jepang marak di Pasar Senen, Senin (9/3/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

Selain itu, harga juga mempengaruhi minat pembeli. Merek yang terkenal ditambah harganya murah menjadi daya tarik mengapa lingerie impor bekas cukup menarik.

"Paling utama harga sih, bayangin saja, cuma bayar Rp50.000, bisa dapet merek yang terkenal," ucapnya.

Perbedaan lainnya yakni kualitas, di mana produk impor biasanya lebih bagus kualitasnya.

"Kalau soal kualitas, lokal tuh kadang cepet melar gitu, kalau impor kan enggak, terus ukurannya cenderung lebih besar," terangnya.

Alasan Pembeli Buru Lingerie Bekas

Dewi, salah satu pembeli mengungkapkan alasan membeli lingerie impor bekas karena ukurannya yang lebih besar.

"Ukuran sih, lebih bervariasi ukurannya, malah lebih besaran," kata Dewi saat ditemui CNBC Indonesia.

Selain itu, desain yang unik juga menjadi alasan lainnya.

"Desain yang kedua, lumayan unik bentukannya, terus enggak gampang lentur," lanjut Dewi.

Namun yang utama, harganya terbilang murah dan sudah mendapatkan merek yang terkenal.

"Harga Rp70.000, sudah bisa dapat yang merek-merek ternama, di mana lagi coba," jelasnya.


(chd/wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Libur Tahun Baru, Stasiun Pasar Senen Ramai Penumpang