MARKET DATA

Pasokan Minyak Dunia Terganggu, Pemerintah Kaji Penghematan Energi

Firda Dwi Muliawati,  CNBC Indonesia
09 March 2026 20:40
Ilustrasi kilang minyak, dan peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran tampak dalam ilustrasi ini yang diambil pada 2 Maret 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/Foto Arsip
Foto: Ilustrasi kilang minyak, dan peta yang menunjukkan Selat Hormuz dan Iran tampak dalam ilustrasi ini yang diambil pada 2 Maret 2026. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi/Foto Arsip

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan saat ini pemerintah tengah mengkaji kebutuhan energi dalam negeri. Tak lain hal itu dengan cara efisiensi.

"Efisiensi itu adalah penyelamatan terhadap keuangan negara dan juga optimalisasi terhadap seluruh energi yang kita punya," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2026).

Salah satu yang dikaji adalah dengan optimalisasi sumber daya yang dimiliki dalam negeri. Hal itu dengan mencampurkan (blending) bahan bakar minyak (BBM) dengan bahan bakar nabati (BBN) seperti bioetanol dan biodiesel.

"Efisiensi tidak hanya itu, mungkin kita akan mendorong untuk mempercepat B50 (biodiesel 50%) sebagai salah satu alternatif. Kemudian kita akan mempercepat penerapan E20 (bioetanol 20%)," tambahnya.

Menurut perhitungannya, jika harga minyak mentah dunia telah menyebtuh lebih dari US$ 100 per barel, maka oposi blending lebih murah untuk dilakukan.

Selain itu, Bahlil menyebutkan pemerintah juga tengah mengkaji beberapa opsi efisiensi lainnya yang bisa dilakukan di tengah kondisi saat ini.

"Sudah barang tentu dengan kondisi yang ada, pemerintah berpikir untuk mencari alternatif-alternatif terbaik dalam rangka menjaga pasokan energi nasional," tandasnya.

(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bahlil Beberkan Negara-Negara yang Sukses Campur BBM dengan Etanol


Most Popular
Features